Prodi Pendidikan Teknik Otomasi Industri dan Robotika Selenggarakan Kuliah Umum Berjudul “Technology Architecture Layer on Business & Industries Landscape”

15 July, 2022
70

FPTK, UPI BUMI SILIWANGI Dunia saat ini sedang mengalami masa reses dan masa sulit secara ekonomi, ini diakibatkan oleh banyak faktor diantaranya adalah adanya pandemi covid 19 yang melanda dunia hampir lebih dari 2 tahun maupun ketidakstabilan politik yang terjadi di dunia yang mengakibatkan ketidakstabilan ekonomi, yang mengakibatkan ketersediaan lapangan pekerjaan semakin hari semakin sempit sehingga mengharuskan setiap manusia berfikir untuk membuka lapangan kerja baru, salah satu yang sedang trend dilakukan saat ini terutama di era revolusi industri 4.0 oleh para mahasiswa calon engineer ini yaitu membuat inovasi baru di bidang teknologi agar dapat setidaknya dilakukan 3 hal untuk bertahan hidup yaitu : teknologi yang diciptakan itu dipakai sendiri, teknologi yang diciptakan dapat digunakan orang lain sebagai jasa, ataupun yang terakhir teknologi yang diciptakan itu dapat dijual sebagai sesuatu yang tepat guna dan bermanfaat.

Melihat kenyataan dan kebutuhan tersebut maka Program Studi Pendidikan Teknik Otomasi Industri dan Robotika (PTOIR) FPTK UPI mengadakan kuliah umum yang berjudul "Technology Architecture Layer on Business & Industries Landscape" yang dinarasumberi oleh seorang praktisi di bidang teknologi, technopreneur, CEO serta mentor bisnis di SBM ITB yaitu Yundi Supriadani,S.Si, M.T dan dimoderatori oleh dosen FPTK UPI Resa Pramudita, M.T. Kegiatan ini diselenggarakan secara luring pada hari Rabu 6 Juli 2022 bertempat di auditorium FPTK UPI Lantai IV dan dihadiri oleh Dosen FPTK UPI serta mahasiswa UPI dari berbagai jurusan namun dominan berasal dari Prodi Teknik Elektro, Pendidikan Teknik Elektro, dan PTOIR.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Program Studi PTOIR Dr. Hasbullah, M.T. dimana pada sambutannya Dr. Hasbullah menyampaikan bahwa kegiatan Kuliah umum diadakan setiap semester dan mengusung berbagai tema diantaranya technopreneur, sebagai salah satu tema yang bisa dikembangkan pada prodi teknologi industri dan robotic. Pengetahuan ini dapat melihat sejauh mana perkembangan teknologi kita yang masuk ke teknologi industri 5.0, Prodi PTOIR ini baru menerima angkatan ke 3 dan dikembangan bidang COE bidang pendidikan teknologi dan vokasi selain dari prodi lain, beliau juga berharap agar kuliah umum ini dapat mengembangkan wawasan teknologi dan sensitifitas terhadap kebutuhan masyarakat agar membuat kita semakin percaya diri dan dalam menatap masa depan karena masa depan kita ada tiga: lulus langsung kerja, melanjutkan studi, wirausaha, bagaimana kita membuka wawasan kita menjadi entrepreneur, mindset kita harus diubah dari nanti kerja dimana menjadi bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan  karena banyak ribuan orang yang mencari pekerjaan.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber dimana narasumber menjelaskan bahwa sebelum membuat sebuah teknologi baru, seorang opreker (tukang ngoprek) di bidang elektronika yang ingin terjun di bidang technopreneur yang memanfaatkan teknologi sebagai alat jual atau jasanya haruslah menempatkan teknologi sebagai solusi permasalahan bukan malah memperumit, ini dikarenakan banyak teknologi yang diciptakan oleh para mahasiswa di bidang teknologi terutama elektro atas dasar hobi dan kesenangan atas belajar saja namun tidak memberi kemudahan malah kesulitan dalam penggunaannya sehingga teknologinya tidak tepat guna, maka dari itu diperlukan sebuah metode user identification dan problem identification dimana projek atau teknologi yang dibuat nantinya berdasarkan kebutuhan dan masalah yang ada agar teknologinya tepat guna, setelah itu Yundi juga menjelaskan bahwa setelah menganalisis kebutuhan pasar kita perlu menganalisis apakah alat / teknologi yang nanti dibuat tersebut profitable atau tidak agar kita dapat mengembangkan business developmentnya kedepan sehingga kita dapat mengklasifikasikan implementasi teknologi tersebut dari sisi bisnis apakah teknologi tersebut akan dibuat bersadasarkan project base yang akan dilakukan sekali saja tergantung projekan dalam pengembangannya atau market base dimana akan adanya continues development, mengikuti perkembangan zaman. 

Dalam pengembangan sebuah teknologi kita juga perlu melihat dan menganalisis hardware dan software apa saja yang perlu direncanakan dalam pengembanagn bisnis teknologi sebelum pembuatan teknologi tersebut, disini menjelaskan beberapa layer yang menggambarkan perencanaan bisnis tersebut dimana beliau menjelaskan dari layer yang paling sederhana yaitu 3 layer teknologi lansekap yaitu layer bisnis dimana kita perlu identifikasi actor/rolenya siapa dan pastikan otoritas dan fungsinya, lalu ada layer aplikasi dimana kita perlu merencanakan interface bagaimana orang yang menggunakan bisa dengan nyaman yang tentunya diambil dari experience pengguna apakah butuh fitur baru yang didapat dari audiensi pengguna dan pembuat, layer teakhir yaitu layer teknologi dimana kita mulai menyentuh infrastruktur dan teknologi yang dibutuhkan. Selain yang paling sederhana arsitektur lansekap teknologi 3-layer beliau juga menjelaskan arsitektur dengan 5-layer (bisnis, aplikasi (interface, experience, features), service, transport, persepsi) dan 7-layer (bisnis, user experience, aplikasi, middleware, network, data, perception) dimana pada layer tersebut berupa pengembangan dari arsitektur lansekap teknologi 3 layer.

Acara dilanjut dengan sesi tanya jawab dimana peserta diberi kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang disampaikan oleh narasumber yang mulanya dibatasi oleh 5 penanya dan dijawab oleh narasumber, lalu acara dilanjutkan dengan penutupan dan doa dan diakhiri dengan Sesi Foto Bersama dan penyerahan plakat penghargaan dari kaprodi PTOIR kepada narasumber.  (Kontributor : Roer Eka)