Prodi Pendidikan Teknik Elektro, Teknik Elektro dan Pendidikan Teknik Otomasi Industri dan Robotika, FPTK UPI Sukses Selenggarakan 4th International Symposium on Material and Electrical Engineering (ISMEE) 2023

23 August, 2023
48

Tiga Program Studi yaitu Prodi Pendidikan Teknik Elektro, Teknik Elektro dan Pendidikan Teknik Otomasi Industri dan Robotika, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan ISMEE (International Symposium on Material and Electrical Engineering), secara luring di Holiday Inn Resort Baruna, Bali, Indonesia. The 4th ISMEE yang bertemakan "Empowering sustainable innovation through emerging technologies in materials and electrical engineering" ini terlaksana pada 16 Agustus 2023 berkat kerjasama dengan PT Rumah Publikasi Indonesia, dan didukung oleh beberapa co-host diantaranya Universitas Kuningan, Sekolah Tinggi Intelijen Negara, dan Universitas Cipasung Tasikmalaya. Semua artikel yang dipresentasikan pada ISMEE 2023 kali ini akan dimuat di AIP Proceedings dan terindeks Scopus.

The 4th International Symposium on Material and Electrical Engineering (ISMEE) 2023 dilaksanakan di oliday Inn Resort Baruna, Bali, Indonesia

Konferensi ini diselenggarakan dengan mengundang Prof. Dr. Ariando dari National University of Singapore (NUS), Assoc. Prof. Dr. Hassanuzzaman dari Universit of Malaya, dan Assoc. Prof. Dr. Eng. Muhammad Aziz dari University of Tokyo sebagai Keynote Speakers. Conference ini juga dihadiri oleh Paper Presenter, Moderator, dan mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia serta kampus lainnya. Paper Presenter berasal dari berbagai macam Negara, yang dimana akan mempresentasikan penelitiannya secara hybrid. Acara dibuka dengan mendengarkan Lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan selamat datang dan pembukaan acara secara resmi dari Conference chair, Prof. Dr. Ade Gafar Abdullah. Acara selanjutnya yaitu sambutan sekaligus pembukaan 4th International Symposium on Material and Electrical Engineering (ISMEE) 2023 oleh perwakilan pimpinan yaitu Bapak Iwan Kustiawan, Ph.D selaku Ketua Prodi Teknik Elektro FPTK UPI.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi sesi pertama mengenai "Decarbonization and Sustainability Challenges in Energy Sector and Its Future" oleh Assoc. Prof. Dr. Hassanuzzaman dari Universit of Malaya dan dipandu oleh moderator Roer Eka Pawinanto, Ph.D., Dosen pada Prodi Pendidikan Teknik Otomasi Industri dan Robotika FPTK UPI.  Assoc. Prof. Dr. Hassanuzzaman merupakan salah satu peneliti bidang energi yang mendapatkan penghargaan World's Top 2% Scientists dari Elsevier & Stanford University pada tahun 2020, 2021. Beliau menyampaikan bahwa tantangan masa kini dalam bidang energi yaitu optimalisasi proses dekarbonisasi berserta efektivitasnya.

                                                                                        Pembacaan short CV para narasumber pada keynote session

Acara dilanjutkan dengan Keynote Speeches dari Keynote Speaker kedua, yaitu Assoc. Prof. Dr. Eng. Muhammad Aziz dari University of Tokyo, yang dimoderatori oleh Roer Eka Pawinanto, S.Pd. M.Sc.Ph.D, dengan topik pematerian "Digital Twin Technology in Carbon-Free Energy Systems Toward the Realization of Zero Carbon Society". Beliau menyampaikan bahwa perlunya strategi transisi secara bersamaan untuk mencapai transisi energi. Sentralisasi tidak hanya untuk kota itu sendiri, namun juga berkolerasi dengan sistem energi. Sistem energi pintar merupakan gabungan dari Smart Electricity (kelistrikan), thermal (panas) dan gas. Dengan sistem ini, kita dapat mengurangi harga energi, memperluas penyimpanan energi, dan masih banyak lagi. Dengan sistem ini sumber bahan karbon diganti menjadi bahan lain yang lebih ramah lingkungan.  Dijelaskan mengenai bagaimana sumber Bahan bakar diubah menjadi H2-based fuels, aplikasi dari hydrogen dan ammonia, seperti digunakan pada kereta dan bus. Integrasi prioritas untuk H2/NH3 dengan daya aktif terkuat dalah baterai. Dijelaskan mengenai kemungkinan peta jalan untuk hydrogen dan skenario awal yang mungkin untuk diterapkan di Indonesia. Teknologi yang dapat diadopsi untuk masa depan adalah Multifunctioning EVs dan VGI-Vechile Grid Integration, dan V2G (Vechile-to-Grid). sebagai kesimpulan, yang kita butuhkan saat ini adalah decarbonization (dekarbonisasi), efisiensi energi, energy terbarukan, sekuritas, sistem pintar (smart system), resiliensi, sosial, dan aturan umum.

                                                                                       Keynote speech dari Assoc. Prof. Dr. Eng. Muhammad Aziz

Sesi keynote terakhir pada ISMEE tahun ini adalah keynote speech oleh Prof. Dr. Ariando dari National University of Singapore (NUS) dengan topik Quantum Materials by Design for a Sustainable Future. Beberapa rekognisi yang pernah beliau dapat diantaranya yaitu Young Investigator Award, Dean's Chair Professor, Outstanding Researcher Award, and Faculty Award for Mentorship Excellence, Faculty of Science, NUS, a NEXT Visiting Investigator di LNCMI, CNRS France, dan the 2023 Japanese Society for Applied Physics (JSAP) best review paper award, Jepang. Beliau menjelaskan mengenai penelitian yang baru-baru ini dilakukannya yaitu Spintronics, yaitu Spin-based Electronics untuk teknologi masa depan. Dalam penjelasannya, beliau menjelaskan terlebih dahulu mengenai permasalahan utama yang harus dipecahkan, yaitu bagaimana cara mengukur putaran muatan yang didoping (doped hole dan doped electron)? Selanjutnya, dijelaskan mengenai hipotesis dan ide baru, untuk topik permasalahan yang sedang dikerjakan. Beliau mempertanyakan kemanakah muatan yang didoping pergi? Dan memberikan kemungkinan jawaban dan apa yang terjadi. "We Need to Prove Which One is the Correct One" merupakan inti dari melakukan hipotesis ini. Dalam melakukan penelitian, ditemukan beberapa tantangan dalam melakukan eksperimen. Maka dari itu, beliau harus mengerti struktur elektronik dari bahan yang sedang dikaji. Selain itu, beliau menyampaikan juga materi terkait energi ditinjau dari sisi material quantum.

Setelah mendengarkan pematerian dari semua Keynote Speaker dalam format diskusi panel, Paper Presenters dan peserta diarahkan untuk memasuki parallel session dan zoom meeting yang telah ditentukan dan disediakan oleh panitia, untuk melakukan sesi presentasi secara paralel. Terdapat 2 ruangan parallel session secara luring dan 3 room zoom dengan tema penelitian yang berbeda, Room 1 dengan tema : "Computing and Processing", Room 2 dengan tema : "Telecommunication and Networking", Room 3 dengan tema : "Power Energy and Industry Application", Room 4 dengan tema : "Component, Circuit and Devices", Room 5 dengan tema: "General Engineering dan Engineered material, Dielectric and Plasmas". Dalam melakukan presentasi, presenter didampingi oleh Moderator yang standby pada setiap room, dimana setiap presenter mendapatkan waktu sebanyak 10 menit untuk sesi presentasi dan 5 menit untuk sesi Tanya jawab.

Sesi parallel session berjalan dengan baik dan peserta antusias pada presentasi dan tukar pikiran mengenai risetnya. Closing Speech diberikan oleh Bapak Didin Wahyudin, Ph.D, dengan closing speech ini, International Symposium on Material and Electrical Engineering (ISMEE) 2023 dengan mengusung tema "Empowering sustainable innovation through emerging technologies in materials and electrical engineering" resmi ditutup. Sampai jumpa kembali pada seminar internasional ISMEE 2025 mendatang. (Kontributor: Roer Eka P)