Prodi Teknik Logistik FPTK UPI Mempersiapkan Tantangan Dunia Logistik Bersama Pakar dan Akademisi Logistik

12 April, 2023
154
Bandung, 17 Maret 2023 lalu Program Studi Teknik Logistik FPTK UPI selenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Keunggulan Program Studi Bidang Teknik Logistik. FGD ini dilaksanakan di Hotel Hemangini, Jl. Dr. Setiabudhi No. 66 Hegarmanah Kota Bandung dan dibuka langsung oleh Project Implementatation Unit (PIU) Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. H. Aim Abdulkarim, M. Pd. FGD ini dilaksanakan kedua kalinya setelah bulan Februari lalu FGD dilaksanakan bersama pakar logistik dari Construction University, Jerman. Pada FGD kedua ini narasumber pertama, Edi Supardi, SE., MM., MILT., CPFF., AAAIK., CISCP., CWDP., sebagai praktisi industri, sedangkan  narasumber kedua, Lia Sukmayanti, S.T., yang merupakan Ketua KCD XI MGMP pada bidang Teknik Logistik.

FGD ini dilakukan untuk melihat isu logistik yang akan dihadapi dalam waktu dekat merupakan isu terkait digitalisasi dengan peserta dosen teknik logistik serta perwakilan mahasiswa Teknik Logistik FPTK UPI. Namun menurut beberapa ahli, isu logistik yang akan dihadapi oleh negara maju dan negara berkembang akan berbeda. Istilah riset dalam industri logistik adalah pengembangan aktivitas logistik, contohnya seperti kasus penggunaan EOQ yang seharusnya dilakukan sejak pemesanan dilakukan, bukan baru digunakan pada saat barang masuk ke dalam gudang.  Industri mendirikan Corporate University yang didesain untuk mempelajari value added service.

Edu-Logistics Hub merupakan sebuah tempat untuk mengkaji isu-isu terkait logistik. Digitalisasi pada industri logistik sangat penting dan bisnis logistik day to day adalah inovasi yang terus berkembang.  Perbedaan keahlian pengajar menjadi gap tersendiri dalam melakukan pengajaran terkait bidang logistik, maka dari itu dibutuhkan upgrading dan upskilling yang akan menambah wawasan dari guru-guru SMK Teknik Logistik yang belum linier mengenai bidang kelogistikan. Regulasi pemerintahan menjadi hambatan dan penghalang sendiri terkait PPG mandiri, karena para pengajar sering terlambat dalam mendapatkan informasi mengenai PPG mandiri. Selain itu, materi pembelajaran juga masih minim.

Teaching industry terkendala oleh tempat dan fasilitas, penyelesaiannya dapat dilakukan dengan membuka agen pos di sekolah. Kendalanya, umumnya banyak SMK yang masih dalam tahap percobaan penerapan sistem blok dan dual system magang yang belum terintegrasi.Sinkronisasi dalam melakukan pengajaran oleh para pengajar dari multidisiplin yang berbeda dapat dimulai dengan mengajari konsep terkait logistik, termasuk dengan mempelajari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan aktivitas logistik. Lalu, berikanlah pemahaman mengenai konsep, rules, waktu, proses, biaya, dan SOP dari digitalisasi. Selain itu, pastikan mahasiswa menguasai Microsoft Excel. Softskill terkait teknologi menjadi salah satu target pada murid-murid vokasi dalam melakukan persiapan magang dan dapat menjadi solusi alternatif dalam menghadapi keterbatasan fasilitas. (Kontributor: Vina Dwiyanti)