Miliki tekad dan kerja keras yang tinggi antarkan Jajang Nurjaman sebagai Wisudawan Terbaik Tingkat Prodi

26 March, 2023
92

Mendapatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) yang tinggi merupakan harapan semua mahasiswa, dengan IPK yang tinggi mereka berkesempatan menjadi mahasiswa terbaik tak terkecuali bagi Jajang Nurjaman yang akrab dipanggil Jajang terpilih menjadi wisudawan terbaik tingkat Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia pada Wisuda Gelombang I Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2023 lalu (22/02/2023). 

Alumni SMAN Jatinunggal di Sumedang ini bercerita bahwa memulai mimpinya dengan diterima sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan berhasil mendapatkan beasiswa bidikmisi. Suatu kebanggaan dan kebahagiaan yang luar biasa bagi Jajang, sebab tidak banyak orang dari sekolah asalnya yang dapat melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNMPTN dengan beasiswa.

Jajang menambahkan bahwa dirinya telah mengalami perjalanan panjang selama menempuh pendidikan. Sejak mulai duduk di Sekolah Dasar sampai dengan kuliah dirinya memiliki semangat belajar yang tinggi, tak heran ia selalu menjadi lulusan terbaik saat lulus dari sekolahnya, meski dari keluarga kurang mampu, dengan ayah yang berprofesi sebagai buruh sopir angkutan kota dengan penghasilan yang tidak menentu Jajang membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan hambatan untuk meraih kesuksesan, dengan keinginan yang kuat untuk melanjutkan studi dirinya dapat menyelesaikan studi dengan bantuan beasiswa bidikmisi. "Sebenarnya, dulu sempat berpikir untuk tidak akan melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya, namun dikarenakan sekarang ada beasiswa bidikmisi akhirnya saya coba untuk mendaftar dan lolos, alhamdulillah saya bisa melanjutkan studi ini"tutur Jajang.

Perjalanan Jajang saat kuliah tidak mulus seperti rekan lainnya, Jajang sempat mengalami sakit gangguan pada paru-paru sejak semester 6 dan selama kurang lebih 2 tahun, dengan kondisi yang tidak memungkinkan ia terus berusaha untuk mengejar ketertinggalannya dalam perkuliahan. Jajang sempat menjadi salah satu kandidat untuk menjadi calon mahasiswa berprestasi, akan tetapi dengan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan tersebut Jajang mengundurkan diri dari pemilihan calon mahasiswa berprestasi (Mapres) tersebut. "Menjadi mapres merupakan impian saya sejak menjadi mahasiswa baru, saya bahkan telah menuliskannya di buku mokaku ketika awal masuk UPI, namun ya karena sakit jadi saya tidak dapat meraih mimpi itu"tambah Jajang. 

Lebih lanjut wisudawan yang lulus 9 semester dengan raihan IPK 3,63 ini bercerita bahwa dia kembali berkuliah dengan mengejar ketertinggalan mata kuliah yang belum diambil sebelumnya. Membuat target untuk lulus pada waktu yang dekat, juga tak lepas dari peran orang tua, keluarga sahabat serta dosen menjadikannya berhasil menggapai target tersebut dengan kesungguhan dan keseriusan selama berkuliah, sehingga Jajang berhasil lulus dengan waktu pengerjaan skripsi kurang lebih selama tiga bulan dengan nilai yang cukup tinggi. 

"Walaupun segala rintangan yang melanda, jika kita memiliki tekad yang kuat dan selalu berusaha, insyaallah mimpi dan cita-cita akan terwujud. Saya teramat bersyukur kepada Allah, karena saya dapat dibimbing oleh para-Dosen yang sangat berkompeten dan telaten dalam membagikan ilmunya, serta teman-teman yang terus mendukung saya selama ini, sehingga saya berada di posisi saat ini"tutup Jajang.