Ustadz Abe: menuntut ilmu, kedudukannya setara seperti tugasnya seorang Nabi

27 August, 2021
52

Penyelenggaraan Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKAKU) tingkat Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia pada hari Jumat, 27 Agustus 2021 ditutup dengan Tausiah dan Pembacaan Doa bersama Ustadz Nur Ihsan Jundulloh, L.C. atau panggilan akrabnya Ustadz Abe. Pembawa acara Dra. Elly Lasmanawati W, M.Si dan Asep Maosul, M.Pd. membacakan CV Singkat dari Ustadz Abe dan mempersilahkan untuk memberikan Tausiahnya. Beliau menempuh pendidikan tingginya di Universitas Ummul Quro Mekah Al Mukarramah pada jurusan Syari'ah. Aktivitas saat ini yaitu sebagai pengajar dan Ketua Yayasan Rabbani. Dalam kesempatannya kali ini, dengan sapaan yang hangat dan ramah Ustadz Abe menyapa para mahasiswa baru FPTK tahun 2021 dengan Semangat Baru dan Semangat Berprestasi.

Dalam memberikan Tausiahnya Ustad Abe menceritakah sebuah kisah Nabi Musa AS. yang inspiratif untuk kita sebagai insan yang senantiasa selalu bersyukur dan tidak pernah berhenti untuk menuntut ilmu, karena dengan bersyukur In Shaa Allah kita akan selalu mendapatkan kenikmatan. Nabi Musa AS. merupakan sosok Nabi yang diimani oleh semua umat mulai dari umat Islam, Kristiani, dan Yahudi, dan salah satu dari 5 Nabi yang paling Istimewa selain Nabi Nuh AS., Nabi Ibrahim AS., Nabi Isa AS., dan Nabi Muhammad SAW. Sosok Nabi Musa AS. memiliki jiwa yang bertekad kuat "Ulul Azmi". Dalam Kisahnya, dimana Nabi Musa AS. Yang berada pada derajat keilmuan yang tinggi, Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril turun ke bumi untuk menyampaikan pesan kepada Nabi Musa AS. untuk kembali belajar, menuntut ilmu, dan terus menuntut ilmu. Hal tersebut menggambarkan bahwa menuntut Ilmu, Kedudukannya Setara seperti tugasnya seorang Utusan/Nabi/Rasul yaitu membimbing Umat. Dalam perjalanannya mencari ilmu Nabi Musa AS. ditemani oleh Yusak/Joshua dan selalu membawa ikan (memiliki nutrisi yang tinggi) sebagai kebutuhan makanan dalam perjalannya mencari ilmu. Suatu saat ikannya keluar dan terlempar kedalam lautan, sehingga kehilangan bahan makanannya, namun setelah itu Nabi Musa AS. bertemu dengan Khidir yang nanti akan menjadi gurunya yang akan memberikan banyak ilmu kepadanya. Nabi Musa AS, bersikap rendah hati walau kedudukannya lebih tinggi dari Khidir. Beliau tetap santun dan hormat kepadanya. Dalam mencari Ilmu tentunya harus memiliki sifat sabar, karena ilmu tidak dapat dipelajari secara singkat, membutuhkan proses dan pengorbanan.

6 Hikmah yang dapat diambil pelajarannya dari kisah Nabi Musa AS yaitu:

1. Kita harus senantiasa mencari ilmu.

2. Selalu Rendah hati "tawadu" dengan apa yang sudah kita capai/ilmu yang dimiliki.

3. Dalam mencari ilmu membutuhkan teman, komunitas, dan kebersamaan.

4. Dalam mencari ilmu membutuhkan pengorbanan.

5. Mau belajar dengan siapapun tanpa mengenal status dan jabatan seseorang bersikap santun dan hormat kepada guru kita.

6. Dalam menuntut ilmu harus bersabar.

Ke-enam point tersebut, semoga dapat menuntun kita semua dalam perjalanan menuntut Ilmu yang bermanfaat. Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustadz Abe dan diakhiri dengan salam penutup dari MC. (INDAH SUSANTI)