Kisah Trisya Nur Adzni Destianti Wisudawan Terbaik Asal Prodi Pendidikan Teknlogi Agroindustri

25 June, 2023
82

Perjalanan yang cukup panjang untuk menempuh pendidikan S1 mampu dilewati oleh Trisya Nur Adzni Destianti yang kerap disapa Trisya (22) hingga mampu menyelesaikan masa studinya selama 3,5 tahun dan meraih gelar Sarjana Pendidikan yang juga dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia pada Wisuda UPI Gelombang II tahun 2023 (22/06/2023).

Trisya merupakan putri ketiga dari pasangan Bapak Rahmat Suprihat dan Ibu Enung Masitoh yang memperoleh IPK 3.85 dengan predikat Cum Laude. "Berusaha belajar penuh hingga mendapatkan nilai terbaik dan aktif saat pembelajaran di kelas pada tiap mata kuliah" ujarnya menyampaikan tips mendapatkan IPK yang tinggi.

Awal diterima sebagai mahasiswa UPI melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2019, Trisya menjadi penerima Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) dengan jenis beasiswa prestasi akademik S1 Full. Selama S1, tak hanya dihabiskan untuk kuliah saja, namun kelahiran 2 Desember 2000 ini banyak mengikuti berbagai kegiatan di lingkungan kampus maupun luar kampus. Dari tahun 2020 hingga 2023 menjabat sebagai pengurus di Himpunan Mahasiswa Agroindustri, di tingkat universitas pun aktif sebagai Protokol Bumi Siliwangi dari tahun 2019 hingga 2023, tak hanya di organisasi, sebagai mahasiswa aktif, Trisya kerap mengikuti program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, diantaranya yaitu Magang Bersertifikat (MSIB 2022), Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D 2021), Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI 2021), di luar kampus, Trisya kerap menjadi pembicara di stasiun radio, pemateri, MC serta moderator di berbagai kegiatan, untuk memberikan jejak karya di Prodi Pendidikan Teknologi Agroindustri, Trisya tergabung menjadi penulis pada Proyek Menulis Buku Bersama yang berhasil dicetak dan didistribusikan dengan judul buku "Inovasi Pengolahan Limbah Kopi untuk Mendukung Pengolahan Kopi Berkelanjutan".

Trisya yang kini menjadi seorang Guru di SMK Pertanian yang ada di Kabupaten Bandung menambahkan "Saya merasa bersyukur memiliki orang tua dan dosen-dosen yang sangat suportif,untuk saya terus belajar dan berprestasi. Kepada rekan lainnya, tetap semangat untuk terus aktif selama kuliah karena banyak hal luar biasa yang dapat diikuti selama menjadi mahasiswa" tutupnya.