KOLABORASI INOVATIF TRIPLE HELIX: KONVERSI TOYOTA HILUX BERBAHAN BAKAR FOSIL MENJADI MOBIL LISTRIK OLEH PRODI PTO FPTK UPI, PT. HIOKI INDONESIA, DAN PT. BIMA NUSA INTERNASIONAL

05 April, 2024
78

Kebijakan elektrifikasi kendaraan sudah digulirkan sejak hadirnya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. Dalam upaya untuk mendukung kebijakan tersebut, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif (Prodi PTO) Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) telah melakukan kolaborasi inovatif dengan PT. Hioki Indonesia dan PT. Bima Nusa Internasional untuk mengkonversi mobil Toyota Hilux dari berbahan bakar fosil menjadi mobil listrik. Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam melaksanakan kebijakan pemerintah tentang yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 15 Tahun 2022 tentang Konversi Kendaraan Bermotor selain Sepeda Motor Dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Kegiatan konversi ini dilakukan dengan mengubah kendaraan konvensional (Toyota Hilux) menjadi kendaraan listrik untuk mewujudkan solusi transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan. 


Prodi PTO FPTK UPI, lembaga pendidikan tinggi yang memiliki fokus pada bidang kajian teknologi otomotif, mengambil peran dengan memberikan kontribusi melalui penyiapan sumberdaya (dosen, mahasiswa, dan laboratorium) untuk melakukan desain konversi, perakitan dan pengujian performance kendaraan listrik. PT. Hioki Indonesia, perusahaan teknologi produsen alat ukur listrik yang digunakan dalam berbagai keadaan, termasuk penelitian dan pengembangan produk, produksi, dan inspeksi pemeliharaan pekerjaan kelistrikan. Dalam hal ini PT. Hioki Indonesia melakukan pengukuran performance kendaraan listrik hasil konversi untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan berdasarkan persyaratan uji tipe kendaraan listrik. Sementara PT. Bima Nusa Internasional, perusahaan kontraktor tambang yang berpengalaman, memberikan sumber daya dan dukungan yang diperlukan untuk melaksanakan program konversi ini dengan menyiapkan unit kendaraan Toyota Hilux berikut semua komponen yang dibutuhkan. PT. Bima Nusa Internasional juga melibatkan mitranya dalam konversi kendaraan listrik ini yaitu PT. Sinar Daya Makmur dan CV. Hidtech Group. 

Proses konversi mobil Toyota Hilux ini melibatkan mahasiswa Prodi PTO dengan kegiatan yang dilakukan meliputi penggantian motor pembakaran dalam dengan motor Listrik kapasitas 50KW, pemasangan unit pengendali motor, pemasangan batere 339V 105Ah, dan penyesuaian sistem kelistrikan. Tim kolaborasi telah bekerja dengan presisi tinggi untuk memastikan bahwa konversi dilakukan sesuai dengan standar keamanan dan performa yang telah ditetapkan. Keberhasilan pekerjaan konversi ini tidak hanya mencerminkan kemajuan teknologi dalam bidang elektrifikasi kendaraan, tetapi juga menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Melalui kolaborasi triple helix seperti ini, para pemangku kepentingan dapat menggabungkan semua potensi yang dimiliki (pengetahuan, sumber daya, dan keahlian) untuk menciptakan karya yang inovatif berupa kendaraan listrik konversi yang dapat membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Partisipasi mahasiswa dalam konversi kendaraan listrik ini memberikan pengalaman juga sejumlah manfaat yang berharga. Beberapa manfaat yang diperoleh mahasiswa dalam kegiatan konversi kendaraan listrik ini adalah:

  • Pengalaman Praktis: Melalui proyek konversi kendaraan listrik, mahasiswa Prodi PTO dapat mendapatkan pengalaman praktis dalam menerapkan teori dan konsep yang dipelajari di kelas ke dalam situasi dunia nyata. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang teknologi kendaraan listrik, meliputi instalasi motor listrik, instalasi batere berikut pengaturan sistem batere, dan melakukan wiring ulang system kelistrikan kendaraan listrik. Hal ini akan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang kendaraan listrik yang akan meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja dan mempersiapkan lulusan untuk mengembangkan karir di bidang teknologi kendaraan listrik.
  • Pembelajaran Kolaboratif: Terlibat dalam kegiatan konversi kendaraan listrik memungkinkan mahasiswa Prodi PTO untuk belajar melalui kerja tim dan kolaborasi lintas disiplin. Mahasiswa akan belajar bagaimana berkomunikasi secara efektif dengan anggota tim, membagi tugas, dan menyelesaikan masalah bersama-sama, keterampilan yang sangat berharga dalam lingkungan profesional. Hal ini juga merupakan salah satu implementasi kebijakan model pembelajaran berupa project based learning. 
  • Peningkatan Kreativitas dan Inovasi: Mahasiswa Prodi PTO akan dihadapkan pada tantangan dan masalah yang memerlukan pemikiran kreatif dan solusi inovatif. Ini dapat merangsang kreativitas mereka dalam mencari solusi teknis yang unik dan efektif, serta membangun rasa percaya diri dalam kemampuan mereka untuk menyelesaikan masalah kompleks.
  • Jaringan dan Peluang Karir: Terlibat dalam kegiatan konversi kendaraan listrik juga membuka pintu bagi mahasiswa Prodi PTO untuk membangun jaringan profesional dengan para profesional di industri otomotif. Ini dapat memberi mahasiswa Prodi PTO akses ke peluang magang, penempatan kerja, atau bahkan kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan penelitian dan pengembangan yang lebih lanjut.