Amalina Zyamziah Ghani, Mahasiswa Penerima Bidikmisi Berhasil Menjadi Lulusan Terbaik Jenjang S1 Pada Wisuda Gelombang II 2023

06 July, 2023
43

Melanjutkan studi memang menjadi impian semua orang. Namun, tidak semua orang berpeluang dan memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi, salah satunya dari faktor ekonomi. Amalina Zyamziah Ghani (22), atau yang akrab disapa Alin, menjadi satu di antara banyaknya mahasiswa yang beruntung mendapatkan kesempatan melanjutkan studi dengan bantuan biaya dari pemerintah, melalui program Bidikmisi. Putri dari pasangan Ibu Haryani dan alm. Bapak Sumardiyono ini berhasil menyelesaikan studi dengan IPK 3.98 dalam masa studi 3,5 tahun, dan meraih predikat Cumlaude. Di penghujung jalan sebagai mahasiswa S1, Alin berhasil mempersembahkan hasil terbaiknya, khususnya kepada kedua orang tua, keluarga, Prodi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, serta UPI, dengan meraih gelar Lulusan Terbaik Jenjang S1 tingkat Universitas Pendidikan Indonesia pada Wisuda Gelombang II 2023 (22/06/23).


Memasuki Program Studi Pendidikan Tata Boga di FPTK UPI dengan jalur SNMPTN sebagai penerima Bidikmisi, Alin ingin turut serta berkontribusi aktif dalam kegiatan kampus sebagai wujud terima kasih kepada pemerintah dan juga kampus. Harapan tersebut Alin wujudkan dengan memasuki forum Lingkar Bidikmisi UPI (LBM UPI), yang sekarang berganti nama menjadi Lingkar Indonesia Pintar UPI (Lintar UPI). Forum tersebut memiliki peran menaungi mahasiswa penerima Bidikmisi dan KIP-K di lingkungan UPI, yang mana Lintar UPI akan membantu penyebaran informasi, pengembangan minat dan bakat, serta membantu rangkaian proses pemberkasan calon penerima KIP-K UPI. Keaktifannya di dalam forum dapat dilihat dari riwayat jabatan yang pernah dijalankan Alin, mulai dari menjadi staf bidang Seni dan Olahraga di Departemen Pengembangan Minat dan Bakat (Pemikat) (2020-2021), Ketua Departemen Pemikat (2021-2022), Ketua Pelaksana Silaturahmi Akbar Mahasiswa Bidikmisi dan KIP-K UPI ke XI (2021), serta Dewan Pengawas Departemen Pemikat (2022-2023).

Amalina menuturkan bahwa di samping aktif berorganisasi, dirinya tidak pernah lalai dalam tugas perkuliahan yang diberikan. Banyaknya praktikum dan tugas non praktikum memang mebuat siapapun akan merasa kewalahan, ditambah tugas lainnya di organisasi, apalagi, khusus di Pendidikan Tata Boga praktikum yang dilakukan adalah memasak, yang mana prosesnya dimulai dari membuat perencanaan, konsultasi perencanaan, belanja bahan-bahan, baru melakukan praktikum, dan itu merupakan suatu proses yang panjang juga menghabiskan banyak waktu,elum lagi harus mempertimbangkan ketahanan bahan pangan, mana bahan-bahan yang bisa dibelanjakan jauh hari sebelum praktikum, atau mana bahan yang harus dibeli di hari itu juga karena bisa cepat rusak.


"Akan tetapi, jika kita menerapkan skala prioritas, semua tugas dapat selesai tanpa ada satupun yang terlupakan. Membuat timeline yang berisikan berbagai deadline, baik itu tugas kuliah maupun organisasi, akan sangat membantu kita menentukan mana tugas yang lebih dulu harus diselesaikan"tambah Alin.

"Sebuah prinsip yang selalu dipegang oleh Alin yaitu, maksimalkan semampu kita setiap mengerjakan sesuatu, karena usaha yang maksimal lebih berpeluang besar membawa kita pada hasil yang memuaskan, namun perkara hasil, tetap tidak lepas dari kehendak-Nya, maka jangan lupa untuk selalu membersamai dengan doa pada setiap usaha yang kita lakukan"tutup Alin.