WUJUD BAKTI MAHASISWA UPI DALAM MENGATASI MASALAH PENCEMARAN LINGKUNGAN

07 December, 2020
42

Macili (Masyarakat Cinta Lingkungan) merupakan tim yang dibuat oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pengkajian dan Penalaran Intelektual Mahasiswa (UKM LEPPIM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam mewujudkan konsep Tridarma Perguruan Tinggi yaitu salah satunya menjadi agent of change yang salah satunya pengabdian kepada masyarakat.Program ini terfokus pada kebersihan lingkungan dengan konsep limbah organik dengan pembukaan program tanggal 18 September 2020 di Kampung Pasirangling, Suntenjaya, Lembang.

Pembimbing tim Macili Dr. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T.sedang melakukan sosialisasi program Macili kepada masyarakat di Sekolah Hijau Lestari Pasirangling, Suntenjaya, Lembang

Macili ini merupakan salah satu tim yang dapat melaksanakan program pendanaan kegiatan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMDIKBUD) yaitu Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) dari kedua tim yang lolos seleksi nasional mewakili Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tim ini dibimbing oleh Dr. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T. dengan beranggotakan 19 orang yaitu Taupik Saepuloh, Sarah Amelia N.W. Al Falah, Dela Ayu Nur Amalia, Kameela Munayya Tasneem, Elis Dayanti, Susi Novi Febrianti, Widi Aprilia Purnama, Fiqi Lestari, Israj Muhammad Ramdan H, Tria Nurwina Novianti, Miftahul Jannah, Falah Hasbi Assidiqi, Firda Siti Hodijah, Aldi, Hanif Mursyida, Azmi Candini, Syahbandi Uli Akbar, Imron Ahmadidan diketuai oleh Reynard Bendict Septian ini berlokasi di Kampung Pasirangling, Desa Suntenjaya, Lembang.

Proses awal pembangunan penampungan dan survey lahan dengan dipandu oleh ketua RW.07 Kampung Pasirangling

Program dari Macili ini berjalan kurang lebih selama 4 bulan dengan berbagai persiapan baik itu administrasi, material yang dibutuhkan, hingga sumber daya lainnya. Kegiatan ini terdiri dari berbagai tahapan dan dimulai dengan perencaan yaitu melakukan survei lapangan di Kampung Pasirangling, lalu dilanjutkan dengan penyuluhan tentang program MACILI dengan prosedur Adaptasi Kebiasaan Baru COVID-19. Kemudian, pada bulan Oktober hingga awal bulan Novembermemulai pembangunan bak penampungan limbah kotoran sapi yang nantinya diolah menjadi pupuk organik. Dan mulai awal November hingga Desember sedang melaksanakan proses pembangunansaung pengolahan limbah sayuran memakai sistem Lalat Magot yang direncanakan selesai dan mulai beroperasi di bulan Desember.

Penyerahan plakat dari ketua tim Macili kepada Cecep Dodi selaku ketua RW. 07 Kampung Pasirangling, Suntenjaya, Lembang.

Kampung Pasirangling sendiri berada pada patahan Lemabang dan dibawahnya langsung berbatasan dengan sungai Cikapundung dan sungai ini pun merupakan anak dari Sungai Citarum yang merupakan sumber air untuk masyarakat sekitar Bandung Raya dan Pasirabngling inimemiliki lingkungan yang masih asri dan menjadi proyeksi menjadi Kampung Wisata Edukasi, akan tetapi masih kurangnya sarana dalam pengolahan limbah organik masyarakat sekitar khususnya para peternak. Oleh karena itu, berdasarkan pengalamatan Reynard yang merupakan ketua pelaksana tim Macilimenuturkan jika dalam implementasi program dari tim Macili ini telah mempersiapkan secara matang dengan cara berdiskusi dengan tokoh masyarakat sekitar kampung Pasirangling.

"Kita disini terlebih dahulu berdiskusi dengan tokoh masyarakat sebelum mengajukan proposal program PHP2D ini. Dan ketika berdiskusi, sebagian masyarakat disini memang memiliki problem dalam penyaluran limbah. Terlebih masalah limbah organik dari peternak maupun organik sayuran dari para petani. Berangkat dari problem inilah kami mengajukan program Macili ini yang sedikitnya bisa membantu masyarakat di Desa Suntenjaya dan khususnya Kampung Pasiangling yang menjadi proyeksi program Kampung Wisata Edukasi oleh Kepala Desa Suntenjaya ” tuturnya.
Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Cecep selaku ketua RW.07 Kampung Pasirangling yang mengungkapkan bahwa dengan program Macili dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini awal dalam mewujudkan program yang telah dirancang antara masyarakat sekitar kampung Pasirangling dengan Pemerintah Desa Suntenjaya dalam mengatasi limbah kotoran ternak milik warga yang mencemari lingkungan dan memiliki manfaat bagi petani maupun peternak dalam menambah keuntungan pendapatan.