FPTK UPI Selenggarakan FGD dengan DUDI bertaraf Internasional

16 October, 2022
49

Salah satu bentuk pembelajaran di luar perguruan tinggi dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah program magang yang sebenarnya sudah lama diselenggarakan oleh sejumlah program studi di lingkungan UPI. Namun demikian, program tersebut masih dilaksanakan di mitra DUDI (dunia usaha dan dunia industri) bertaraf lokal dan nasional.  Adapun magang di DUDI yang bertaraf internasional jumlahnya masih terbatas. 

Sekaitan dengan adanya tuntutan program MBKM maka dipandang perlu untuk melakukan identifikasi dan pemetaan kompetensi (mahasiswa) yang dibutuhkan oleh DUDI bertaraf internasional. Dengan demikian, kurikulum yang berlaku di UPI memiliki derajat relevansi yang tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Ahmad Yani, Kepala Divisi Kurikulum UPI saat memberi sambutan dan arahan pada kegiatan FGD (Focus Group Discussion) yang diselenggarakan Jumat, 14 Oktober 2022 di ruang Smartclass, Gedung FPTK A. Kegiatan tersebut dibuka oleh Dr. Dedi Rohendi selaku Wakil Dekan bidang Akademik dan dihadiri oleh Ketua Prodi, Dosen dan tim pengembang kurikulum dari Prodi Pendidikan Teknologi Agroindustri, Prodi Pendidikan Tata Boga, Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga dan Prodi Teknik Logistik. 

Kegiatan FGD yang dilaksanakan dari pagi hingga siang hari itu, bertema Pemetaan Kompetensi yang dibutuhkan oleh Mitra Magang DUDI bertaraf Internasional. Tujuan dari FGD tersebut yaitu: 1) mengidentifikasi kompetensi (hardskill dan softskill) yang dibutuhkan untuk melaksanakan magang pada DUDI bertaraf internasional; 2) membangun kemitraan antara fakutas/kamda dengan mitra DUDI bertaraf interanasional; 3) meningkatkan relevansi kurikulum program studi dengan kebutuhan kompetensi dunia kerja dan industri (DUDI) bertaraf internasional.  

Pada kesempatan tersebut, hadir narasumber dari salah satu perusahaan multinasional yaitu Dyah S. Alamanda, PT. Kerry Ingredient Indonesia. Perusahaan asal Irlandia tersebut bergerak di bidang industri makanan yaitu perisa/ flavour yang menjalankan bisnisnya di 31 negara. Narasumber kedua berasal dari salah satu perusahaan nasional berstandar tinggi yaitu Sofyan Iskandar, PT. Garudafood Putra Putri Jaya, Tbk. Perusahaan yang mulai beroperasi secara komersil sejak tahun 1994 itu memiliki kantor pusat di Jakarta dan lima pabrik yang berlokasi di Pati, Cikarang, Sumedang dan Gresik. Ruang lingkup kegiatan perusahaan tersebut, bergerak dalam bidang industri makanan ringan terutama produk-produk dari kacang, coklat dan biskuit serta pengolahan susu.

Berdasarkan paparan kedua narasumber, diketahui bahwa soft skills sangat diperlukan oleh lulusan dan juga mahasiswa peserta magang dari program studi apa pun. Soft skills tersebut diantaranya adalah kemampuan berpikir logis, analitis, kritis; kemampuan bekerja sama dalam tim; jiwa kepemimpinan (leadership); kemampuan berkomunikasi dan berbahasa asing (terutama bahasa Inggris); kemampuan memecahkan masalah; kemampuan beradaptasi; ketangguhan dalam menghadapi tekanan; dan juga kreativitas. Adapun hard skills, disesuaikan dengan bidang studi masing-masing program studi dan bisa dikembangkan lebih lanjut setelah memasuki dunia kerja ataupun masa magang. Oleh karena itu, penting bagi perguruan tinggi untuk mengasah soft skills tersebut dan mengintegrasikannya dalam pengembangan kurikulum prodi. (Kontributor : Mustika NH)