Sebagai Keynote Speaker, Ana paparkan Reimagining Learning on TVET in the Higher Education Post-Pandemic

15 May, 2021
40

SEAMEO TED, bekerja sama dengan Go Study Global Education dan mitra serta jaringannya menyelenggarakan webinar internasional yang diselenggarakan secara virtual pada 21 April 2021. Webinar ini bertujuan untuk berbagi strategi pengembangan TVET pasca pandemi dari satu negara ke negara lain sebagai model pembandingan untuk dipertimbangkan; dan untuk belajar dan membandingkan strategi dari satu sama lain untuk pengembangan TVET secara regional. Webinar ini memiliki dua sesi, yaitu Strategi Pengembangan TVET Pasca Pandemi dan Berbagi Praktik Terbaik. Sesi I: Strategi Pengembangan TVET Pasca Pandemi Sesi I empat topik penting dibagikan oleh pembicara dari Kamboja, Indonesia dan China. (Topik 1) Jalan Menuju Revitalisasi Pendidikan Vokasi di Era Pasca Pandemi, Topik (2) Menata Ulang Pembelajaran TVET di Perguruan Tinggi Pasca Pandemi b; (3) TVET selama Era Covid-19 di Kamboja; dan (4) Berbagi Kasus Kerja Sama Internasional Pasca-pandemi Setelah sesi I berakhir, video respon Covid-19 dibagikan untuk menarik perhatian peserta dengan mendengarkan keprihatinan dan harapan siswa dan guru dari beberapa negara di kawasan di tengah pandemi. Sesi II: Best Practice Sharing Pada Sesi II ada dua topik yang dibagikan oleh para ahli dari Filipina dan Singapura sebagai berikut: Topik 1 adalah Asesmen Integratif: Membingkai Ulang Asesmen Praktek dalam Normal Baru Topik kedua sesi II adalah Berpusat pada Industri Kerangka Pengembangan Keterampilan. 

Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia, Dr. Ana, M.Pd., menjadi salah satu Keynote Speaker Webinar dari Indonesia yang diselenggarakan oleh SEAMEO TED dengan tema TVET Development Strategies Post Pandemic. Ana memberikan paparan dengan judul Reimagining Learning on TVET in the Higher Education Post-Pandemic. "Kami terus mencari solusi dengan menyediakan eksperimen virtual yang digabungkan dengan gambar / data peralatan aktual dan ditautkan ke proses industri aktual", ujar Ana mengawali kegiatan.

Ana mengungkapkan bahwa, Perkembangan pendidikan online merupakan adaptasi dari Industri 4.0 yang dinamakan Education 4.0. 9 tren dalam Pendidikan 4.0: "Pembelajaran dapat dilakukan pada waktu dan tempat yang berbeda, Pembelajaran yang dipersonalisasi untuk setiap individu, Siswa dapat memilih apa yang ingin mereka pelajari, Pembelajaran berbasis proyek lebih intens, Pembelajaran langsung lebih substansial, Interpretasi data untuk memahami pemahaman teoritis, Penilaian dilakukan melalui proyek-proyek di lapangan, Pendapat peserta didik dijadikan pertimbangan dalam menyusun kurikulum, Peserta didik lebih mandiri dalam belajar, guru adalah fasilitator" tuturnya.

Diakhir kegiatan, Ana juga menuturkan bahwa Pemerintah harus memperhatikan beberapa aspek pendidikan dalam mengimplementasikan kebijakan "Normal Baru" dengan blended learningPengembangan pedagogis, Meningkatkan aksesibilitas dan kemampuan beradaptasi serta Efektivitas biaya", tutupnya.