Sosialisasi Terhadap Pemerintah Daerah Serta Masyarakat Desa Bugel, Kecamatan Ciawi, Tasikmalaya Tentang Mitigasi Bencana Gempa Bumi Dan Rancang Bangunan Sederhana Tahan Gempa

30 November, 2023
62

Kejadian Gempa pada dasarnya dipicu oleh dua penyebab, yakni pertama pergeseran lempengan kerak bumi dinamakan gempa tektonik, sedangkan yang kedua, disebabkan oleh aktifnya gunung berapi dinamakan gempa vulkanik Wilayah Propinsi Jawa Barat bila dilihat dari sudut geografis dan geologis pada wilayah kegempaan termasuk kategori waspada terhadap kemungkinan bahaya gempa yang ditimbulkan. Kondisi tersebut tentunya perlu diantisipasi sedini mungkin oleh masyarakat dan pemerintahan daerah, namun kesadaran dan pengetahuan tentang kegempaan dan penyikapan terhadap bencana gempa belum banyak dipahami oleh masyarakat dan birokrasi pemerintahan daerah amat minim adanya sosialisasi tentang kegempaan baik yang dilakukan oleh pemerintahan daerah, lembaga swadaya masyarakat maupun komponen masyarakat lainnya, terlebih di wilayah Masyarakat Desa Bugel, Kecamatan Ciawi, Tasikmalaya. wilayah yang paling dekat dengan keberadaan gunung berapi Gunung Galunggung.


Posisi ini diperparah  dekatnya dengan sumber gempa di bagian selatan Pulau jawa terutama daerah Selatan Ciamis dan Selatan Pangandaran yang sering menjadi pusat sumber kejadian gempa. Pemerintahan dan Masyarakat Desa Bugel, Kecamatan Ciawi , Tasikmalaya, tentunya perlu mengantipasi lebih dini semua komponen masyarakat agar peristiwa gempa bisa dihadapi dengan tindakan yang dapat mengeliminir jatuhnya korban baik sarana prasarana fisik maupun korban jiwa serta masyarakat dapat mempersiapkan bangunan rumahnya secara teknis sesuai dengan bangunan rumah sederhana tahan gempa berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan Teknik Sipil, sehingga Civitas akademik khususnya  Prodi Teknik Sipil yang terdiri dari dosen-dosen serta staf akademik melakukan pengabdian masyarakat di daerah tersebut sebagai upaya dan mendorong daerah tersebut agar lebih terencana dan sistematis untuk memberi penyadaran bagi masyarakat di wilayah tersebut, hal ini tentunya menjadi pemikiran bersama agar nantinya bisa terbangun sebuah sistem mitigasi bencana gempa bumi yang terpadu dan terarah sehingga dalam penataan daerah tetap mengacu pada aspek mitigasi yang harus dipatuhi oleh seluruh lapisan masyarakat.