FPTK FPTK

TIM PENGABDIAN PKK FPTK UPI BERI PELATIHAN APLIKASI DIGITAL MIX MATCH (DIGI_M2) DESAIN BUSANA BATIK DENGAN PENDEKATAN HEUTAGOGY BAGI GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Oleh: Yuyun Rohayati pada 23 Nov 2021

Tim Pengabdian Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia (Prodi PKK FPTK UPI) memberi pelatihan implementasi aplikasi Digital Mix Match (Digi_M2) yang diberi nama juga aplikasi Jahit Batik Asyik (Jatik Asyik) kepada para guru SMK keahlian Tata Busana di wilayah Bandung Raya (12/08).

Ketua tim P2M, Dr. Isma Widiaty menyatakan bahwa pengabdian dengan judul "Pelatihan Aplikasi Digital Mix Match (Digi_M2) Desain Busana Batik dengan Pendekatan Heutagogy Bagi Guru di Sekolah Menengah Kejuruan penting dilakukan agar para guru SMK mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengoperasikan aplikasi digital Mix Match (Digi_M2) sebagai alternatif media pembelajaran berbasis digital. 

"Pelatihan ini dikhususkan bagi guru yang akan mengimplementasikan media digital tersebut dan akan melanjutkan mengimplementasikan media tersebut di masa depan," ucapnya.  

Pendekatan Heutagogy merupakan suatu paradigma baru dalam pendidikan yang mengedepankan aspek kepemimpinan siswa. Beberapa ciri khas dari pendekatan heutagogy diantaranya high self efficacy, knowing how to learn, kreatif, dan membekali siswa untuk mampu menerapkan kompetensi secara fleksibel dalam berbagai situasi. Pendekatan heutagogy secara fundamental mewakili model life-long learners, dimana siswa dapat menjadi pembelajar sepanjang hayat. Pendekatan heutagogy dalam pembelajaran dapat memunculkan self awareness pada siswa sehingga dapat belajar secara optimal. 

Pendekatan heutagogy menjadi alternatif terbaru peningkatan kualitas pembelajaran di tengah berkembangnya teknologi informasi yang semakin cepat. Aplikasi Jahit Batik Asyik (Jatik Asyik) merupakan tools pembelajaran busana dengan bahan dasar kain batik yang dirancang dengan prinsip clothing mix match

Sementara anggota tim PkM, Dr. Yani Achdiani dan Dr. Suciati, M.Ds. ikut memberi penguatan terkait pemilihan materi ini.

Dr. Suciati, M.Ds. menegaskan dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memudahkan proses pembelajaran guru SMK Keahlian Tata Busana dalam membuat busana dengan menentukan sendiri pilihan model, motif batik, serta padu padan dengan bahan kain lain serta  aplikasi yang dapat diakses dalam berbagai platform digital. 

Pelatihan ini melibatkan para guru SMK Keahlian Tata Busana di wilayah Bandung Raya diantaranya SMK Negeri 9 Bandung (2 orang), SMK Negeri 14 Bandung (1 orang), SMK Balai Perguruan Putri (BPP) Bandung (1 orang) SMK Negeri 2 Baleendah Bandung (1 orang), SMK Budi Raksa Lembang (1 orang), SMK 45 Lembang (1 orang), SMK Plus Darussurur (1 orang), SMK Muhammadiyah 3 Bandung (1 orang).

Isma mengatakan Pelatihan Aplikasi Digital Mix Match (Digi_M2) ini dimulai dengan pengenalan aplikasi yang akan digunakan. Setelah itu, peserta pelatihan diberikan soft file aplikasi dan melakukan simulasi dalam penggunaannya. 

"Peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pengabdian serta melakukan evaluasi implementasi aplikasi tersebut. Semoga menjadi hal yang bermanfaat serta wujud upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk para guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang keahlian Tata Busana" tutup Dr. Isma Widiaty, M.Pd pada akhir acara sekaligus menutup kegiatan pengabdian.


Kembali

Rekognisi