FPTK FPTK

Pembahasan Tim Penggerak MBKM Fakultas dan Prodi dan penetapan Delegasi mahasiswa FPTK untuk mengikuti Beasiswa ICE Institute

Oleh: Yuyun Rohayati pada 14 Jan 2022

Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia selenggarakan Pembahasan Tim Penggerak MBKM Fakultas dan Prodi dan penetapan Delegasi mahasiswa FPTK untuk mengikuti Beasiswa ICE Institute. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Acara dihadiri oleh para Wakil Dekan, para Kepala Seksi, para Ketua Departemen, para Sekretaris Departemen, para Ketua Program Studi serta para Operator PDDIKTI dan MBKM Program Studi.


Dalam sambutannya Dekan FPTK UPI, Dr. Iwa Kuntadi, M.Pd., mengungkapkan rasa terima kasih kepada para Wakil Dekan, pimpinan Prodi, para operator PDDIKTI yang telah meluangkan waktunya mengikuti rapat. “Saat ini kita butuhkan untuk komunikasi terkait beasiswa Beasiswa Merdeka Belajar untuk Semua (MBUS) dari Program Indonesia Certificate Education yang digagas oleh UT. Program beasiswa MBUS ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa di berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta sehingga dapat mengambil mata kuliah (MK) dari berbagai PTN/S papan atas dalam negeri, dan PT ternama luar negeri secara gratis. Pada saat ini, terdapat lebih dari sejumlah 200 MK dari berbagai institusi pendidikan anggota Konsorsium ICE Institute, yakni 13 PTN/S dalam negeri dan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) yang dapat dipilih dan ditempuh oleh mahasiswa PTN/S di Indonesia. Setiap mahasiswa diberikan kesempatan untuk mendaftar dan menempuh maksimal lima (5) MK dari daftar MK Daring Konsorsium ICE Institute. Di samping itu, juga tersedia lebih dari sejumlah 1400 MK dari 55 perguruan tinggi luar negeri di bawah koordinasi edX. 

Hal ini bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan yang tinggi. Program ini memperbolehkan mahasiswa untuk mengambil MK lintas prodi/jurusan/fakultas di dalam perguruan tingginya dan juga mengambil MK dari perguruan tinggi (PT) lain di dalam/luar negeri secara gratis. "Ini kesempatan emas bagi kita, ada persyaratan khusus diantaranya sertifikat TOEFL dan IELTS. Kemarin kita coba daftarkan ada 43 mahasiswa untuk ikut serta pada perkuliahan di luar negeri. Ini adalah kompetensi tambahan yang diakui secara nasional. Kita sedang meramu kurikulum MBKM, mohon didorong mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan didalam dan luar negeri dan meningkatkan akreditasi Prodi. Kita mentargetkan maksimal 80 mahasiswa semester 6,7,8, masing-masing prodi sekitar 6 orang mahasiswa yang dipilih untuk mengikuti beasiswa MBUS. Ini kesempatan yang baik dalam memudahkan masuk dunia kerja. Mohon para kaprodi dan penggerak MBKM mendorong para mahasiswa. Mudah-mudahan bisa mensinergikan kemampuan dalam memilih para mahasiswa untuk mengikuti beasiswa ini, perkuliahannya secara daring. Segera mahasiswa diajukan ke Fakultas untuk diteruskan ke Universitas. Operator PDDIKTI pada unit Prodi mohon untuk akurasi data. Kita bisa memantapkan mengefektifkan tawaran seperti ini agar Prodi kita terangkat pada level UPI, maupun akreditasi nasional dan internasional," tutup Dekan. 


Kembali

Rekognisi