FPTK FPTK

Tim PkM Prodi Pendidikan Tata Boga selenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat: Pengembangan Wisata Kulindes Berbasis Pangan Lokal

Oleh: Yuyun Rohayati pada 07 Apr 2021

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Tata Boga Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia memberikan pelatihan dengan Tema: Pengembangan Wisata Kulindes (Kuliner Pedesaan) Berbasis Pangan Lokal yang berlokasi di Desa Pangauban Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat (25/03/21).

Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, dimulai dari pengukuran suhu tubuh, cuci tangan dan pemakaian masker. Jumlah peserta program pun dibatasi sesuai kapasitas ruang yang disediakan. Pelatihan dilakukan berupa pembekalan teori dan praktik pembuatan beberapa makanan sehat dengan bahan baku pangan lokal yang mudah didapat dan dibudidayakan oleh warga yang ada di Desa Pangauban yaitu pepaya, salak, lidah  buaya, singkong dan jeruk peras.

Tim pengabdian diketuai oleh Dr. Cica Yulia, S.Pd., M.Si., serta turut hadir dalam kegiatan pengabdian ini diantaranya Dekan FPTK UPI, Dr. Iwa Kuntadi, M.Pd., Ketua Departemen PKK Dr. Hj. Sri Subekti, M.Pd., Ketua Prodi Pendidikan Tata Boga Dr. Yulia Rahmawati, M.Si., para dosen dan mahasiswa di lingkungan Prodi Pendidikan Tata Boga. 

Dalam sambutannya, Dekan FPTK UPI, Dr. Iwa Kuntadi, M.Pd. mengungkapkan bahwa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat merupakan program rutin karena merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ketua Departemen PKK menyampaikan harapannya agar program pengabdian ini dapat memperkuat atau meningkatkan kualitas produk kuliner yang dihasilkan oleh Ibu-ibu kader PKK, Dasa Wisma, dan Warga yang ada di Desa Pangauban.

Pada kesempatan yang sama Kepala Desa Pangauban, Drs. Ade Sulaeman dan Ketua Tim Penggerak PKK Imas Widaningsih menyambut baik maksud tim PkM. "Semoga kerjasama berlangsung baik seiring dengan keberadaan Desa Pangauban yang terus berbenah menjadi Desa Wisata" ujarnya.

Praktik pelatihan keterampilan pembuatan produk kuliner berbasis pangan lokal yaitu pepaya diantaranya adalah membuat roll cake abon pepaya, nugget pepaya, abon pepaya aneka rasa, praline pepaya, dan minuman sehat aloe drink dengan boba ubi ungu. Praktik pembuatan produk kuliner berbahan dasar pepaya dibagi ke dalam 5 kelompok berdasarkan produk yang akan dibuat.

Pembekalan materi teori merupakan bagian dari pelatihan usaha diberikan para Dosen Prodi Pendidikan Tata Boga, diantaranya Dr. Ade Juwaedah, M.Pd., Dra. Elly Lasmanawati, M.Si, Drs. Karpin, M.Pd., dan Dra. Tati Setiawati, M.Pd. MM. Selain itu para peserta dibekali pula pelatihan tentang Wisata Kuliner Desa dan Sapta Pesona, Menghitung Harga Jual Produk Kuliner untuk kalkulasi modal dan penjualan, Strategi Pemasaran, dan Kemasan Produk Kuliner.

Ketua Tim mengungkapkan bahwa pada sesi evaluasi, seluruh kelompok yang diwakili oleh ketua tim melakukan presentasi dan ekspose produk yang telah dibuatnya. Evaluasi terhadap produk yang dibuat oleh peserta pelatihan dipimpin oleh Dr. Cica Yulia, S.Pd., M.Si., meliputi penilaian terhadap rasa, bentuk, warna, aroma, penyajian dan aspek kesehatan.

"Hasil dari pelatihan ini dapat diimplementasikan oleh para peserta pelatihan untuk mengembangkan wirausaha salah satunya dari bahan pangan lokal seperti pepaya. Pohon pepaya sering sekali kita jumpai di setiap pekarangan rumah warga di Indonesia. Buah pepaya enak dinikmati dalam suasana apapun. Dari pepaya yang masih muda hingga yang sudah matang, dapat dinikmati sebagai kuliner yang sangat menggugah selera" ujarnya.

"Selain harganya yang terjangkau, buah pepaya juga kaya akan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh seperti vitamin C, vitamin, serat, kalium, dan masih banyak lagi. Buah pepaya yang sudah matang kerap dikonsumsi secara langsung, sedangkan yang masih muda diolah jadi berbagai macam menu masakan yang enak dan menggugah selera" tutup Cica. (KONTRIBUTOR/NIA LESTARI)


Kembali

Rekognisi