FPTK FPTK

Tim PKM FPTK UPI: Pengembangan Skill Warga Desa Cihideung melalui Pelatihan membuat Lilin Aromatherapy dan Sabun Padat dari Limbah Bunga Mawar dan Krisan

Oleh: Yuyun Rohayati pada 07 Nov 2020

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia(FPTK UPI) menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Cihideung melalui Pelatihan Pembuatan Lilin dan Sabun yang berjudul "Pemanfaatan Minyak  Atsiri Limbah Bunga Mawar dan Krisan melalui Metoda Maserasi sebagai Bahan Pembuat Sabun Padat dan Lilin Aromatheraphy pada Kelompok PKK dan Kelompok Tani Bunga Hias, Desa Cihideung, Kabupaten Bandung Barat (KBB)". Pelatihan dilakukan mulai bulan Juli hingga November 2020 dan dilaksanakan dalam 2 tahap yakni pada bulan Agustus dan Oktober 2020. Target kegiatan ini adalah menghasilkan produk lilin aromatheraphy dan sabun padat. Tim PKM yang beranggotakan Siti Mujdalipah, S.TP., M.Si., sebagai Ketua Pelaksana dan anggota yang terdiri dari Lucy Yosita, S.T., M.T., Mardiani, S.Pd., M.Eng dan Yan Nurcahya, S.Pd.

Ketua PKM mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa pada situasi adanya wabah pandemi COVID-19, terdapat banyak permasalahan ekonomi yang terjadi di masyarakat, termasuk yang terjadi di daerah penghasil tanaman hias seperti di Desa Cihideung, Kabupaten Bandung. Fenomena resepsi pernikahan yang disederhanakan atau bahkan diundur, berkurangnya event di hotel, berkurangnya kunjungan wisatawan dan sebagainya memberikan akibat pada berkurangnya omzet pembelian tanaman hias di Desa Cihideung ini, selain itu fungsinya sebagai desa wisata, inovasi inovasi baru senantiasa diperlukan untuk meningkatkan varian produk produk yang dihasilkan di Desa Cihideung ini.


"Ibu-Ibu Pembinaan Kesejahteraan keluarga (PKK) Desa Cihideung sebelumnya sudah memiliki produktivitas dengan melalui pembuatan makanan ringan berupa rempeyek dan minuman kemasan jejamuan, namun inovasi inovasi baru senantiasa diperlukan untuk dapat membuat Desa Wisata ini berlanjut dan juga bertahan di tengah situasi pandemi dan juga pasca pandemi COVID-19,"ujar Siti.

Proses membuat Lilin Aromatherapy dan Sabun Padat

Gambar lilin aromatherapy hasil uji coba

Proses maserasi adalah proses pengekstrakan simplisia dengan menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengocokan atau pengadukan pada suhu kamar.  Metode maserasi digunakan untuk mencari simplisia yang mengandung komponen kimia yang mudah larut dalam cairan penyari, tidak mengandung benzoin, tiraks dan lilin.

Prinsip maserasi terjadi karena pencarian zat aktif yang dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari yang sesuai pada temperatur kamar, terlindung dari cahaya.  Cairan penyari akan masuk ke dalam sel melewati dinding sel. Isi sel akan larut  karena adanya perbedaan konsentrasi  antara larutan di dalam sel dengan di luar  sel. Larutan yang konsentrasinya tinggi akan  terdesak keluar dan diganti oleh cairan  penyari dengan konsentrasi rendah (proses  difusi). Peristiwa tersebut berulang sampai  terjadi keseimbangan konsentrasi antara  larutan di luar sel dan di dalam sel .

"Pelatihan berjalan lancar dengan antusiasme dari Ibu-Ibu PKK bahkan Karang Karuna setempat, terlebih mereka diberikan alat-alat dan bahan bahan secara sukarela, sehingga mereka bisa langsung berinovasi secara langsung setelah pemberian pelatihan, hasilnya pun sangat kreatif dari yang dicontohkan pada pelatihan. Limbah-limbah bunga yang terkadang melimpah, kini tidak lagi terbuang percuma namun dapat diolah menjadi produk-produk yang bernilai dan juga menarik untuk sektor pariwisata,"tutup Siti.

Ibu - Ibu PKK dan Kelompok Tani Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat

Dalam sambutannya, Lurah setempat, Ibu Wiwin Sutarwiniy menyambut baik kegiatan tersebut dan sangat mengapresiasi pelatihan yang diberikan oleh tim. Kegiatan berjalan lancar, warga langsung mempraktikkan pembuatan aneka lilin dan sabun secara mandiri di bawah koordinasi dan pengawasannya.


Kembali