FPTK FPTK

Tim PHP2D UPI Berhasil Menerapkan Teknologi dalam Pemetaan Biopori di Desa Wangunsari Lembang

Oleh: Yuyun Rohayati pada 06 Nov 2020

Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa, UKM Lembaga Penelitian dan Pengkajian Intelektual Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (PHP2D LEPPIM UPI) selenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa dengan mengusung tema "Pemetaan BnB (Biopori dan Bi Web).

Tim yang terdiri dari 19 orang anggota, 6 diantaranya adalah mahasiswa Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK)  dari berbagai Program Studi, yaitu: Dyla Aliffah Saffitri (Prodi Pendidikan Teknik Mesin), Regina Maheswari Saniputri (Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga), Lelis, (Prodi Pendidikan Teknologi Agroindustri), Fadhil Alfarianto Noor dan Salsabila Miyazumi Amri (Prodi Teknik Sipil).

Salah satu anggota tim, Regina Maheswari Saniputri mengungkapkan bahwa setelah lolos untuk didanai, tim PHP2D melaksanakan programnya di Desa Wangunsari yang terletak di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan dimulai pada bulan Juni hingga bulan November 2020.


"Desa Wangunsari sering terjadi banjir akibat curah hujan tinggi serta kemiringan lahan yang curam, maka dari permasalahan tersebut, tim PHP2D ini mengusung tema "Pemetaan BnB (Biopori dan Bi Web) sebagai aspek teknologinya guna menanggulangi banjir,"ujar Regina.

"Atas bimbingan dari Dr. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T., selaku Dosen Pembimbing serta kerjasama yang solid dengan masyarakat Desa Wangunsari, tim berhasil memetakan 120 unit biopori yang terdiri dari 83 unit bagi RW. 12, dan 37 unit bagi RW 06, tim juga berkesempatan membuat situs website yaitu BiWeb, yakni situs mengenai lokasi pemetaan biopori, profiltim, mendukung BMKG dalam memberikan informasi tentang perkiraan terjadi banjir khususnya di Desa Wangunsari, serta membantu pemerintah desa dalam menentukan kebijakan penggunaan biopori demi menanggulangi masalah tersebut, "terang Regina.

"Biopori adalah lubang-lubang kecil yang berisi udara dan menjadi jalur mengalirnya air, sehingga air hujan tidak langsung masuk ke saluran pembuangan air, tetapi meresap kedalam tanah melalui lubang. Lubang Resapan Biopori akan diisi dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya biopori. Penerapan teknologi ini diharapkan setidaknya bisa meminimalisir bencana banjir yang sering terjadi secara berkelanjutan, "tutup Regina.

Kembali