FPTK FPTK

Tim P2M FPTK UPI Berikan Pelatihan Kepada Pemuda Karang Taruna Desa Tegalluar Kab Bandung

Oleh: Yuyun Rohayati pada 12 Nov 2020

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia (P2M FPTK UPI) yang terdiri dari Dr. H. R. Aam Hamdani, M.T., Dr. Bambang Darmawan, M.M., Dr. Sudjani, M.Pd., dan Asep Hadian Sasmita, S.Pd., M.Pd., melaksanakan Program P2M dengan tema "Pemberdayaan Peran Karang Taruna  Desa Tegalluar Kabupaten Bandung terhadap Program Citarum Harum melalui pengolahan limbah plastik menggunakan Teknologi Tepat Guna", yang dilaksanakan di Kampung Sapan Desa Tegalluar, Kabupaten Bandung. Kegiatan diikuti oleh 13 peserta Karang Taruna mulai tanggal 23 -29 Oktober 2020.

Kiat wirausaha yang sukses pada era pandemi COVID-19 ini menjadi dambaan setiap orang, tidak terkecuali untuk para pemuda Karang Taruna Desa Tegalluar Kabupaten Bandung. Terhempas akibat banyaknya karyawan tua dan muda yang terkena PHK pada saat sekarang ini, selalu membayang asa dalam diri untuk bisa tetap bertahan hidup. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan jati diri sebagai menara air, harus mampu menjadi penyejuk kebimbangan masyarakat pada kondisi sekarang ini.

Ketua P2M, Dr. H. R. Aam Hamdani, M.T., mengungkapkan bahwa ide dasar dilaksanakannya pengabdian ini bahwa Kampung Sapan Desa Tegalluar, dilintasi sungai Cikeruh. Pada musim penghujan, hampir dipastikan terjadi banjir yang cukup besar dan efek selanjutnya apabila banjir surut sudah pasti dipenuhi berbagai macam sampah, tidak terkecuali botol atau cup air mineral, demikian pengamatan Aam Hamdani selaku ketua Pengabdian.  Alasan lain dilaksanakannya  kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mendukung terwujudnya program Citarum Harum.  

"Materi yang diberikan meliputi wawasan pengendalian lingkungan, wawasan kewirausahaan dengan sumber daya disekitar lingkungan, dan wawasan penggunaan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah plastik dan rencana tindak lanjut serta penjelasan tentang perhitungan nilai tambah apabila dilaksanakannya pengolahan limbah plastik secara berkelompok agar motivasi wirausaha pemuda karang taruna memperlihatkan keberlangsungan (sustainability) yang baik,"ujar Aam.

Pada kegiatan P2M dilakukan serah terima satu set mesin pencacah plastik dengan daya 30 PK dan kapasitas produk perhari mencapai 100 kg. Serah terima mesin ini disaksikan oleh Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tegalluar, Bapak Haris Gozali dan seluruh anggota tim P2M.  


Salah seorang peserta, Anton Putra menyambut baik adanya kegiatan ini untuk mewujudkan kemampuan wirausaha dikalangan pemuda kampung Sapan. Dia berharap, kemauan pemuda mengumpulkan limbah plastik untuk diolah secara bersama dengan lembaga karang taruna menghasilkan nilai tambah yang cukup untuk kehidupan.


Kembali