FPTK FPTK

Prof. Dr. Ade Gafar Abdullah, S.Pd., M.Si., dikukuhkan sebagai Guru Besar

Oleh: Yuyun Rohayati pada 12 Nov 2020

Dosen Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan UPI, Prof. Dr. Ade Gafar Abdullah, S.Pd., M.Si., dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu Komputasi Energi pada Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan hari Kamis (12/11) yang dilakukan secara langsung dari Gedung Achmad Sanusi dan disiarkan melalui Aplikasi Zoom Meeting dan TV UPI, serta siaran langsung kanal YouTube @TVUPIOFFICIAL. Pada upacara pengukuhannya, Ade menyampaikan pidato yang berjudul Simulasi dan Komputasi Energi: Tantangan dan Peluang Dalam Riset Sistem Tenaga Listrik.

Anak ke 10 dari 12 bersaudara pasangan Abdullah Widjatma dan O. Suhanah (Almh) itu menjelaskan bahwa sejak tahun 2010 dirinya sudah menetapkan hati untuk fokus meneliti bidang kajian yang masih sangat langka di Indonesia yaitu penelitian dan publikasi ilmiah yang berkaitan dengan desain sistem energi untuk menangani permasalahan operasional pembangkitan dan penyaluran daya listrik melalui perhitungan numerik yang biasa kita kenal sebagai sains komputasi.

Energi merupakan pendorong utama ekonomi modern, ungkap laki-laki kelahiran 13 November 1972 ini, tetapi menjadi salah satu masalah krusial pada abad ini. Pertumbuhan populasi dan peningkatan standar hidup, terutama di negara-negara berkembang, secara signifikan meningkatkan konsumsi energi. Ketersediaan sumber penghasil energi (pembangkit listrik) yang ada di Indonesia saat ini tidak dapat merespon dengan cepat kebutuhan pengguna energi terutama dari pengguna sektor industri. Bagaimana mungkin kita bisa menikmati jaringan kereta listrik yang bisa hadir setiap lima menit sekali, jika masih banyak gardu induk yang melting gara-gara mengalami overload. Pada hakikatnya jika kita menginginkan pertumbuhan industri yang pesat, maka sumber energinya harus tersedia dengan sangat layak.  

Peraih Top 24 peneliti terbaik Indonesia versi database SINTA dan Top 10 peneliti terbaik Indonesia versi database Scopus dari Kementerian Riset dan Teknologi ini mengungkapkan bahwa saat ini sains  komputasi energi muncul sebagai solusi baru untuk perancangan sistem energi. Metode ini dilakukan untuk mempersingkat waktu pengembangan, membatasi pengujian yang mahal, memahami prinsip kerja sebuah teknologi baru, perhitungan ekonomis dan mengetahui mekanisme  kegagalan, oleh karena itu pemodelan dan simulasi sistem energi telah mendapat perhatian penelitian yang signifikan.

Dosen pada Departemen Pendidikan Teknik Elektro FPTK UPI yang telah mempublikasikan161 publikasi internasional yang terindeks database Scopus ataupun Web of Science, dengan h-indeks 8 ini mengungkapkan bahwa metode simulasi dan komputasi berbantuan komputer hampir diperlukan dalam semua domain enjinering, misalnya dalam bidang sistem tenaga listrik. "Metode komputasi konvensional dan kecerdasan buatan banyak digunakan untuk memecahkan permasalahan mulai dari sisi pembangkitan, penyaluran energi listrik, sampai pada sisi konsumen,"ujar suami dari Lindawati, S.Pd, M.M.,dan Ayah dari Attala Zaidan Ghaffar dan Amala Rumaisya Ghaffar.



Kembali