FPTK FPTK

PRESTASI MAHASISWA FPTK UPI YANG MEMBANGGAKAN

Oleh: Admin pada 01 Oct 2019

Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) merupakan kegiatan tahunan dalam skala nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjenbelmawa) Kemristekdikti. KMHE berorientasi kepada kemampuan mahasiswa mengaplikasikan ilmu yang telah diterima selama kuliah, melalui tahapan merancang, membuat dan mengujicoba mobil hemat energi pada lintasan/track lomba yang sudah ditentukan. Perlombaan dibagi menjadi dua kategori berdasarkan kategori kendaraan, yaitu Kategori Urban Concept dan Prototype. Sumber energi penggerak pada KMHE dibagi menjadi dua kategori, yaitu pertama, Motor Pembakaran Dalam (MPD) berupa bahan bakar bensin, diesel, dan etahnol, kemudian kategori sumber energi penggerak kedua adalah Motor Listrik.

KMHE tahun 2019 ini dilaksanakan pada tanggal 24-28 September bertempat di Kampus Universitas Negeri Malang (UM), diikuti oleh 80  tim dari 47 perguruan tinggi di Indonesia. Tim Bumi Siliwangi (TBS) yang tergabung dalam UKM Komunitas Penggemar Teknologi Otomotif (Kompetitif) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), pada lomba kali ini mengirimkan tiga tim dengan tiga unit mobil hemat energi. TBS 1 Kompetitif UPI adalah mobil untuk kategori prototype dengan sumber energi motor listrik, TBS 2 Kompetitif UPI adalah mobil untuk kategori prototype MPD dengan bahan bakar ethanol, dan TBS 4 Kompetitif UPI adalah mobil kategori urban concept dengan sumber energi motor listrik. Masing-masing tim tersebut dibimbing oleh Dr. Iwa Kuntadi, M.Pd., Drs. Tatang Permana, M.Pd., dan Sriyono, M.Pd.

Keikutsertaan TBS Kompetitif UPI dalam mengikuti KMHE 2019 kali ini melalui tahapan yang panjang. Diawali dengan membuat desain report (proposal rancangan) mobil hemat energi, yang dikimkan ke panitia lomba untuk diseleksi oleh tim juri. Tidak semua desain report yang dikirimkan ke panitia lomba diterima atau dinyatakan lolos, hanya proposal rancangan yang memenuhi kriteria dan syarat lomba saja yang diterima. TBS Kompetitif UPI mengirimkan tiga desain report ke panitia lomba, alhamdulillah ketiga desain report yang diseleksi oleh dewan juri dinyatakan diterima. (tutur sriyono pembimbing TBS 4). Setelah dinyatakan diterima, selanjutnya merealisasikan rancangan menjadi mobil jadi untuk dibuat progress report dalam bentuk video yang dikirimkan ke panitia lomba. Alhamdulillah untuk tahapan ini juga ketiga mobil buatan TBS Kompetitif UPI dinyatakan lolos dan memenuhi syarat untuk mengikuti final KMHE 2019. (imbuh sriyono)

Untuk mengikuti rangkaian KMHE di UM kali ini ada 10 (sepuluh) tahapan kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap tim sebelum mobilnya diijinkan melintas di lintasan lomba. Tahapan pertama adalah setiap tim wajib mengikuti technical dan safety inspection. Pada tahapan ini, setiap kendaraan akan diuji mulai dari massa kendaraan dan driver, dimensi kendaraan, roda dan poros, radius putar, kemudi dan kendali kendaraan, ban, sistem pengereman, kekuatan dan kekakuan rangka, jangkauan pandang, sabuk pengaman, akses kendaraan, posisi pengemudi, ventilasi ruang pengemudi, sekat antara kompartemen pengemudi dan engine, sistem penerangan/lampu, klakson, alat pemadam api ringan, sistem pemindah tenaga, sistem gas buang, tingkat kebisingan, dan tombol darurat. Pada tahapan ini TBS Kompetitif UPI berhasil melalui semua tahapan tersebut pada hari pertama lomba, sehingga mobil TBS Kompetitif UPI mendapatkan kesempatan free practice sebelum lomba dimulai. Tidak sedikit tim-tim lain butuh beberapa hari untuk bisa menyelesaikan tahapan ini.

Setelah menyelesaikan technical dan safety inspection serta free practice, hari-hari berikutnya masuk kepada lomba dengan menguji mobil pada lintasan lomba untuk mengukur capaian efisiensi energi yang digunakan dengan batasan waktu yang sudah ditentukan. Setiap kendaraan mendapatkan lima kali kesempatan untuk mencoba kendaraannya di lintasan. Satu hasil terbaik dari lima kesempatan akan digunakan dalam penilaian akhir perlombaan. Secara teknis gambaran jarak dan waktu yang harus ditempuh oleh setiap kendaraan adalah sebagai berikut: kategori prototype, peserta harus menyelesaikan sepuluh (10) putaran atau lap dengan panjang lintasan total setiap kesempatan adalah 9.820 m, dengan batasan waktu tempuh maksimal 25 menit. Sementara itu untuk kategori urban concept, peserta harus menyelesaikan sepuluh (10) putaran atau lap dengan panjang lintasan total setiap kesempatan adalah 9.820 m, dengan batasan waktu tempuh maksimal 27 menit.

Setelah mengambil kesempatan di lintasan lomba, dua dari tiga mobil TBS Kompetitif UPI berhasil memperoleh skor yang menggembirakan, yaitu TBS 2 memperoleh skor 214, 376 km/l  dan TBS 4 memperoleh skor 140,286 km/kwh. Alhamdulillah berdasarkan keputusan dewan juri, TBS 2 Kompetitif UPI meraih gelar juara ketiga nasional untuk kategori prototype bahan bakar ethanol, dan TBS 4 Kompetitif UPI meraih gelar juara kedua untuk kategori urban concept motor listrik. Semoga budaya kompetisi yang penuh sportivitas dan prestatif bisa terus dilanjutkan oleh generasi tim selanjutnya. Bravo Tim Bumi Siliwangi, Bravo Kompetitif, Bravo UPI, semoga selalu berada dalam lindungan dan limpahan rahmat-Nya. Aamiin

Kembali