FPTK FPTK

Novita Purnamasari Hendarmin, Wisudawan Terbaik FPTK UPI: Piagam untuk Kedua Orang Tua

Oleh: Yuyun Rohayati pada 28 Feb 2020

Novita Purnamasari Hendarmin, S.Pd (22) terpilih sebagai salah satu lulusan terbaik pada acara Wisuda Gelombang I Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2020. Ia memulai perjalanannya menjadi mahasiswa pada tahun 2015 di kampus Universitas Pendidikan Indonesia dan menyelesaikan studinya pada 30 desember tahun 2019. Banyak proses yang harus ia lalui sebelum bisa mencapai posisi itu. Sama seperti mahasiswa lainnya, ia memiliki banyak impian untuk dipersembahkan kepada kedua orang tuanya. Tentu tidak mudah untuk mencapai impiannya itu, banyak rintangan yang harus dihadapi.


“Dari masa SMA ingin punya piagam penghargaan yang bagus sebagai hadiah untuk orangtua, beberapa kali mengikuti lomba hanya bisa membawa pulang selembar sertifikat sebagai peserta, adapun satu penghargaan yang paling tinggi adalah juara 3 tingkat regional 1 Dental Medicine Intellectual Challenge 2014 dan mendapatkan sebuah medali," ujarnya.


Ketika diperkuliahan masih ada impian-impian untuk mendapat piagam yang lebih tinggi, akhirnya wanita kelahiran Bandung ini memutuskan untuk bergabung di UKM LEPPIM UPI dengan menaruh harapan besar di sana. Kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan, persaingan di tingkat perguruan tinggi jauh lebih sulit. Dari tahun 2016 mengikuti berbagai kompetisi, akhirnya baru bisa lolos ke final pada akhir tahun 2018.

“Alhamdulilah lolos lomba Agribusiness Business Plan Competition 2018 sebagai finalis, itu untuk pertama kalinya presentasi di hadapan banyak audiens, meskipun tidak juara tapi itu adalah pengalaman yang luar biasa," tambahnya.

Awal tahun 2019, wanita lulusan Santri Siap Guna Daarut Tauhid (SSG DT) angkatan 35 itu tidak ikut berbagai berkompetisi lagi walaupun semangat berkompetisi saat itu sedang membara. Sebagai mahasiswa tentunya harus menuntaskan kewajiban studinya dengan tepat waktu dan harus fokus pada tugas akhir. Rintangan demi rintangan untuk menyelesaikan tugas akhir terus berdatangan, hingga akhirnya ia tidak bisa mengikuti Wisuda Gelombang 3, bulan oktober 2019. Ada rasa kecewa karena takut hal itu membuat orang tuanya khawatir dan sedih, walaupun demikian ia hanya berharap lulus di wisuda gelombang berikutnya dengan predikat cumlaude.

“Harapan itu Allah kabulkan, bahkan Allah memberikan lebih bukan hanya cumlaude, tetapi juga menjadi lulusan terbaik tingkat Fakultas,".

Ia tidak menyangka dirinya menjadi lulusan terbaik dan mendapat 2 piagam penghargaan, yaitu sebagai wisudawan terbaik Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri dan sebagai lulusan tebaik jenjang sarjana FPTK UPI pada Wisuda Gelombang I Tahun 2020. Sebuah piagam yang membanggakan dan kemudian ia persembahkan kepada kedua orang tuanya. Ia begitu bersyukur atas apa yang telah ia capai. Prosesi wisuda ini juga membuat orang tuanya merasa bangga, terharu, dan terhormat karena mendapatkan karangan bunga dan berjabat tangan langsung dengan Rektor.

“Terima kasih kepada orang tua yang selalu mendukung, dosen yang selalu membimbing, dan teman-teman yang selalu menemani. Saya hanya orang biasa saja tapi Allah-lah yang selalu menjaga dan memberikan yang terbaik bagi saya, ” tutupnya.