FPTK FPTK

Mimpi Sederhana Rizka Latifah, Wisudawan Terbaik Tingkat Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FPTK UPI

Oleh: Yuyun Rohayati pada 14 Nov 2022

Rizka Latifah, mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia berhasil meraih predikat lulusan terbaik tingkat Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia pada Wisuda UPI Gelombang III Tahun 2022.

"Alhamdulillah, prestasi ini saya dapatkan atas izin Allah.” Ucapnya penuh rasa syukur. “Terima kasih saya ucapkan kepada orang tua, segenap dosen prodi PKK khususnya dosen pembimbing saya, teman-teman, serta semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada saya "tambahnya. 

Rizka diterima sebagai mahasiswi UPI melalui jalur SNMPTN pada tahun 2018. Selama kuliah, ia aktif sebagai pengajar.

“Menjadi guru memang cita-cita saya sejak kecil. Alhamdulillah, mimpi saya sudah terwujud meskipun masih berstatus sebagai mahasiswa" ujarnya.

Sejak awal kuliah, Ia turut menjadi pengajar Bimbingan Baca Qur’an UPI. Aktif di UKM BAQI (Belajar Al-Qur’an Intensif), Rizka ingin ikut berperan memberantas buta huruf Al-Qur’an, tidak hanya di internal kampus, Rizka juga pernah mengajar di Sekolah Qur’an ITB. Ia termotivasi dengan salah satu hadits, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”.

Rizka juga pernah menjadi peserta Kampus Mengajar Angkatan 2 di salah satu SD yang berlokasi di Ciumbuleuit, Kota Bandung.

“Menjadi bagian Kampus Mengajar adalah pengalaman berharga bagi saya, meskipun namanya Kampus Mengajar, di sini saya tidak hanya belajar mengajar, namun juga belajar bagaimana bekerja sama, berkreasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, serta memahami definisi kesabaran dan keikhlasan, tentunya yang paling berkesan adalah momen bersama peserta didik" tutur Rizka.

Jika ditanya tentang harapan setelah lulus kuliah, Rizka ingin menjadi pendidik dimanapun, pada jenjang apapun, yang penting menjadi manusia yang bermanfaat" ujarnya.

Tak lama setelah ujian sidang, Rizka diterima sebagai pengajar di salah satu PAUD Kota Bandung. Ia mengaku bangga menjadi guru PAUD, karena hal tersebut ia rasa paling sulit dibandingkan mengajar pada jenjang lainnya, selain itu berbekal ilmu PKK. "Saya berharap bisa memahamkan orang tua peserta didik bahwa pendidikan yang pertama dan utama berasal dari keluarga"tutup Rizka


Kembali

Rekognisi