FPTK FPTK

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga FPTK UPI Raih Juara Culinary Expo 2020

Oleh: Yuyun Rohayati pada 12 Nov 2020

Dini Maharani dan Indah Bariyah, keduanya merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia (FPTK UPI) berhasil menjadi Juara pertama diraih Dini Maharani dan Indah Badriyah meraih Juara Ketiga, keduanya mengikuti lomba untuk kategori Modifikasi Kue Tradisional pada acara Culinary Expo 2020, pada 9 November 2020 lalu. Pengumuman pemenang  diumumkan secara virtual melalui Aplikasi Zoom Meeting. Kedua Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga tersebut berhasil menyingkirkan ratusan peserta lainnya.

Culinary Expo 2020 merupakan sebuah event tahunan Seni Kuliner yang diselenggarakan oleh Mahasiswa/i Prodi Tata Boga Universitas Negeri Jakarta yang telah diselenggarakan untuk kelima kalinya pada tahun ini. Event ini bertujuan untuk mengasah kemampuan Siswa/i atau Mahasiswa/I dalam bidang kebogaan. Culinary Expo 2020 diadakan secara daring dengan beberapa lomba dan seminar. Tema Culinary Expo tahun ini adalah : Milenial Muda Produktif dan Kreatif. Lomba diadakan mulai tanggal 2 Oktober 2020 - 2 November 2020, dan Seminar pada tanggal 09 November 2020. Berbagai perlombaan diantaranya: Modifikasi Kue Tradisional, Dessert Vlog, Food Photography. Lomba modifikasi kue tradisional merupakan lomba dimana peserta dapat memodifikasi kue tradisional menjadi suatu hidangan yang enak, menarik, dan memiliki nilai jual.

Dini Maharani menyajikan makanan Modifikasi Kue Tradisional yang ia namai Kue Lapis Ubi Ungu. Dalam akun instagram pribadi miliknya @diniculinary. Dini menjelaskan bahwa Kue lapis merupakan salah satu kue tradisional Indonesia dengan ciri khas yang unik yaitu bentuk kue yang berlapis-lapis dengan penyajian yang sederhana. Biasanya kue lapis terdiri dari dua warna yang berasal dari ekstrak daun pandan/suji atau pewarna makanan. Kali ini kue lapis dimodifikasi dengan penambahan ubi ungu guna menambah nilai nutrisi didalamnya dan memunculkan karakteristik warna ungu alami. Selain itu lapisan dibuat dua tekstur yaitu lapisan berwarna putih menggunakan resep asli kue lapis dengan tekstur kenyal dan lembut, sedangkan lapisan berwarna ungu merupakan bolu kukus berbahan dasar tepung beras dan ubi ungu dengan tekstur yang lembut dan empuk. Kue lapis diolah dengan teknik dikukus per lapis. Penyajiannya dilengkapi dengan sweet potato whip cream, buah nangka, daun mint dan coral tuile untuk membuat tampilannya lebih menarik serta menggugah selera. Tampilan dan karakteristik kue lapis menjadi lebih moderen, diharapkan masyarakat terus mengonsumsi makanan tradisional agar eksistensinya tetap terjaga.


Pada kesempatan yang sama, Indah Badriyah menyajikan makanan Modifikasi Kue Tradisional yang ia namai Kue Awuk-Awuk Lapis Pandan. Dalam akun instagram pribadi miliknya @indahbdryh, Indah menjelaskan bahwa Kue Awuk-Awuk merupakan makanan khas Jawa Tengah. Awuk-awuk adalah kue basah tradisional Indonesia yang memiliki rasa manis, legit dan sedikit gurih. Kue ini biasanya tersedia di pasar pasar tradisional di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kue Awuk-awuk umumnya diberi warna agak kemerahan pada bagian atas kuenya. Kue ini terbuat dari adonan tepung ketan, parutan kelapa serta gula, dengan disajikan dipotong kotak-kotak. Seiring waktu kue tradisional yang diolah dengan cara di kukus ini sudah sulit ditemukan.

"Saya membuat kue awuk-awuk dengan tampilan berbeda dimana saya buat dengan berlapis ketan pandan yang kenyal dan tanpa menghilangkan ciri khas pada kue awuk-awuk. Hidangan ini saya buat dengan gula merah sebagai sauce dan ditambahkan crumble sagon. Kue awuk-awuk lapis pandan ini dibuat agar masyarakat bisa kembali melihat bahwa kue tradisional yang sudah jadul ini bisa dinikmati dengan tampilan lebih cantik dan disukai banyak masyarakat. Dirinyapun tidak pelit untuk berbagi resep Kue Awuk-awuk lapis pandan. Dalam mengikuti lomba ini saya mendapatkan bimbingan dari Dosen Prodi Pendidikan Tata Boga yaitu Dr. Hj. Ai Nurhayati M.Si,”ujar Indah. (Dokumentasi diambil dari instagram yang bersangkutan)

Kembali