Lesson Learnt World Skills Asia-Abu Dhabi 2018 Competition

Lesson Learnt World Skills Asia-Abu Dhabi 2018 Competition

Oleh: Admin pada 21 Dec 2018

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia, Dr. Iwa Kuntadi, M.Pd. serta Dosen Departemen Pendidikan Teknik Elektro FPTK UPI, Dr. Elih Mulyana, M.Si berkesempatan terpilih sebagai Observer World Skills Asia Competition Tahun 2018. World Skills Asia Competition pada tahun 2018 pertama kali diselenggarakan di Abu Dhabi Nation Exhibitions Company (ADNEC), Abu Dhabi dari tanggal 26 s.d. 30 November 2018. Event ini dilaksanakan setiap tahun dan untuk tingkat Asia, ini sebagai peningkatan daripada Asean Skills Competition dan akan dilanjutkan pada tingkat World Skills.

Umur peserta dibatasi maksimum 22 tahun. Kompetisi dihadiri oleh 20 negara delegasi, yakni Amerika Serikat, Brasil, Rusia, Belarusia, Jerman, Belgia, Islandia, Finlandia, Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, Denmark, Uni Emirat Arab, Tyrol Italia, India, China Taipe, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia. Hadir pula undangan dari negara-negara tetangga, seperti Palestina (sebagai competitor), Mesir, Oman, Yaman, untuk negara-negara di luar Asia statusnya adalah sebagai participate. Sekitar 600 orang hadir dalam ruangan tersebut.  Jumlah delegasi dari Indonesia sebanyak 37 orang, meliputi 10 Competitor, 10 Expert, 5 Interpreter, 10 Observer, dan 2 Team Leader/Technical Assistant.

Pembukaan dilaksanakan pada tanggal 24 Nopember dengan cukup singkat dan padat, dibuka oleh Ketua Pelaksana namun juga dihadiri oleh Minister of Foreign Affairs and International Cooperation & Chairman of Emirates Foundation (Syeikh Abdullah Bin Zayed Al Nahyan). Tamu-tamu petinggi di Abudhabi termasuk Menteri Pendidikan turut berkunjung ke arena lomba WSA. Tidak sedikit para siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan perguruan tinggi menyaksikan bagaimana para peserta lomba melakukan pekerjaannya.

Akomodasi semua delegasi ditempatkan di VEDC dalam suatu Gedung mess yang sangat nyaman, dilengkapi air hangat, makan tidak kekurangan meski selera untuk orang-orang Asean harus menyesuaikannya. Jarak tempuh dari penginapan (VEDC) ke ADNEC selama 45 menit dengan jarak sekitar 47 km. Ruangan Exhibisi sangat nyaman, bersih, dan aman, tidak panas karena cuaca pada bulan Nopember agak dingin suhu di luar sekitar 19-21 oC, sedangkan di dalam Gedung dikondisikan dengan AC hingga suhu 17oC. Ruang makan (lunch) tersedia dalam suatu ruangan besar dengan kapasitas kursi sekitar 800 buah.

Bidang-bidang yang dilombakan terdiri dari 2 kategori, yaitu untuk World Skills Asia Official Skills dan

World Skills Asia Junior Skills.

Untuk Official Skills, yaitu; 1) Information and Communication Technology mencakup: IT software solution for business, Web design, IT Network System Admin; 2) Creative Arsts and Fashion, mencakup: Graphic Design Technology, Fashion Technology, 3D Digital Game Art; 3) Manufacturing and Engineering Technology, mencakup: Mobile Robotics, Welding, Mechanical Engineering Design-CAD, Electronics; 4) Instruction and Building Technology, mencakup: Painting and Decorating, Electrical Installations, Refrigeration and Air Conditioning, Plastering and Drywall Systems; 5) Transportation and Logistics, mencakup: Car Painting, Automobile Technology; 6) Social and Personal Services, mencakup: Health and Sosal Care.

Untuk Junior Skills, terdiri dari 1) Information and Communication Technology, mencakup: Web Design for Junior, IT Software Solutions for Business for Junior; 2) Construction and Building Technology, mencakup: Electrical Installation for Junior; 3) Manufacturing and Engineering Technology, mencakup: Mobile Robotics for Junior; 4) Creative Arts and Fashion, mencakup: Graphic Design Technology for Junior, Floristry for Junior.

Para peserta lomba bekerja sesuai arahan dari panitia di bidangnya masing-masing. Setiap peserta disertai oleh interpreter dan expertnya masing-masing. Setiap expert melakukan penilaian terhadap peserta selain negaranya sendiri. Waktu pengerjaan mulai dari pukul 09.00 s.d 18.00. Setiap bidang memiliki kriteria penilaian masing-masing. Pada umumnya yang dinilai adalah hasil pekerjaan, akan tetapi keselamatan kerja menjadi aspek utama yang harus diperhatikan untuk dinilai. Yang menarik adalah para peserta mengerjakan pekerjaan tanpa mengikuti job sheet atau panduan kerja, namun mereka melaksanakan pekerjaan menurut kehendak dan pengalamanya masing-masing.

Hasil akhir berupa produk yang dinilai harus sesuai standar yang ditetapkan dengan waktu pengerjaannya yang sudah ditetapkan. Khusus untuk bidang otomotif, proses menjadi aspek penilaian utama selain juga hasilnya. Ada beberapa hal yang menarik dan berbeda dengan system sertifikasi di Indonesia, bahwa sesuai dengan pedoman BNSP setiap kompetensi tertentu harus diikuti dengan sertifikasi dari setiap kompenen pendukungnya.

Beberapa negara seperti tersebut tidak dilakukakan, namun yang terpenting bagaimana dapat melaksanakan pekerjaan dengan kualitas hasil yang sesuai standar. Jadi cukup satu sertifikasi standar kompetensi saja. Contoh  kompetensi pembuatan jaringan listrik rumah, tidak perlu pekerja memiliki sertifikat wiring, panel, dan lain-lain. Begitu juga dalam Teknik otomotif pekerja dapat mengecat body mobil (car painting), cukup kompetensi pengecatan body mobil saja dan tidak perlu harus memiliki sertifikat kompetensi pencampuran cat, pendempulan, dan lain-lain. Karena hal tersebut sudah menjadi bagian kompetensi yang harus dimiliki.

Tiga hari pelaksanaan kompetisi sudah berjalan. Hari keempat saatnya acara penutupan. Acara penutupan dilaksanakan secara simple mulai dari pk. 18.00 s.d 19.30. Seperti pada acara pembukaan,  ketua panitia penyelenggara menyampaikan sambutannya secara singkat.

Acara penutupan dihadiri oleh para petinggi negara termasuk salah seorang Menteri di negara UAE. Hadir pula perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Pada acara penutupan diumumkan pula para pemenang kompetisi. Untuk tim dari Indonesia secara mengejutkan menorehkan prestasi yang luar biasa dengan menggapai medali emas terbanyak, yaitu 6 medali emas dan 3 medali perak. Adapun rinciannya sebagai berikut:

Perolehan medali emas, yaitu:

Perolehan  medali perak, yaitu:

Pelaksanaan Word Skills 2019 akan dilaksanakan di Kazan, Russia.

Dalam kesempatan yang lain akan lebih ketat dan menarik karena event akan menampilkan peserta-peserta dari seluruh dunia, dan tentunya Tim Indonesia akan mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk dapat ikut serta dalam event yang lebih besar tersebut.

Semoga Indonesia juara dan tetap jaya...