FPTK FPTK

KH. Abdullah Gymnastiar sebagai Penceramah Pengajian Bulanan FPTK UPI

Oleh: Yuyun Rohayati pada 22 Dec 2020

Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia (FPTK UPI) menyelenggarakan acara pengajian bulanan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting (21/12/20). Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan bidang Keuangan dan Sumber Daya FPTK UPI, Dr. Dedy Suryadi, M.Pd. Acara yang ditayangkan secara langsung melalui Channel Youtube FPTK UPI ini dihadiri oleh Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, Ibu-Ibu Keluarga (IIK) FPTK UPI. Hadir sebagai penceramah pada acara pengajian kali ini adalah KH. Abdullah Gymnastiar (Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid) atau yang lebih dikenal dengan panggilan Aa Gym.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan bidang Keuangan dan Sumber Daya FPTK UPI mengungkapkan harapannya pada akhir tahun. "Kita dihadapkan pada pandemi kali ini tentunya juga banyak mempengaruhi segala aktivitas perkuliahan, maupun kegiatan akademik/non akademik yag lainnya tentunya kita sikapi dengan bijak dan lebih arif lagi bahwa semua adalah qadaraullah, semoga diberi perlindungan dari Allah, dan saudara-saudara kita yang terpapar mudah-mudahan disembuhkan oleh Allah. Semoga ada banyak nilai-nilai yang bisa kita ambil dari kajian yag diberikan oleh Aa Gym bisa kita jadikan pijakan sebagai evaluasi tentang konsep sebagai makhluk dan hamba Allah yag lemah dan dhaif perlu bimbingan dan dinasehati agar selamat dunia dan akhirat,"ujar Dedy.

Materi Ceramah Aa Gym:

Hidup ini pasti banyak masalah, dan masalah itu bagian dari nikmat, bagian dari karunia. Yang menjadi masalah bagi kita sebetulnya bukan persoalan hidup, tetapi sikap terhadap persoalan. Jadi jangan alergi dengan persoalan, karena dengan persoalan kita nambah ilmu, nambah wawasan, nambah iman, nambah pengalaman, nambah amal kalau disikapi dengan benar. Orang tidak lulus ujian, bukan karena soal tapi salah jawabannya. Jadi yang bahaya itu salah menyikapi masalah, ada dalilnya:

Rasulullah SAW bersabda “Sungguh menakjubkan urusan orang yang beriman, semua urusannya baik, dan tidak ada yang demikian itu kecuali mukmin, ketika diberikan karunia dia bersyukur, maka itu baik baginya. Jadi, yang baik itu bukan karunia yang datang dalam bentuk karunia tapi dalam bentuk syukur. Jadi jikalau kita diberi harta, pangkat, jabatan, gelar biasa saja, karena hal itu dibagikan juga kepada orang-orang yang dhalim, tetapi yang nikmat itu adalah jika diberikan kemampuan syukur, karena yang membuat baik dari karunia itu adalah syukur, dan ketika Allah memberikan kemudharatan, dia sabar karena itupun baik baginya. Jadi wabah ini baik bagi orang yang bisa menyikapi dengan benar.


5 Kiat menghadapi persoalan hidup:

1.    Siap menghadapi yang cocok dan siap menghadapi yang tidak cocok sesuai keinginan

Sedia payung sebelum hujan, siap hujan dan siap tidak hujan beda rasanya dengan orang yang siapnya dengan salah satu saja. Sedia dongkrak dan ban serep naik mobil, beda rasanya dengan yang tidak sedia. Kita mesti siap, karena hidup tidak akan selamanya cocok dengan keinginan kita. Jadi jangan hanya siap dengan yang cocok saja, dengan yang tidak cocok juga mesti siap, karena mustahil semua keinginan kita akan tercapai, pasti ada yang tidak jadi. Jadi yang kita inginkan belum tentu baik menurut Allah (QS. Al-Baqarah:216).

2.    Kalau sudah terjadi harus ridha

Rasulullah SAW bersabda: mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah dan pada keduanya ada kebaikan. Kita harus punya cita-cita, harus punya semangat meraihnya, dengan niat yang benar dan minta tolong kepada Allah. Orang menderita bukan karena kejadian, tapi tidak mau menerima takdir.

3.    Jangan mempersulit diri

Proporsional, jangan membuat lebih ribet keadaan. Tugas kita bukan mempersulit tapi menyelesaikannya dengan baik. Allah tidak membebani seseorang, kecuali dengan kesanggupannya.

4.    Evaluasi diri

Dalam QS. An-Nisa:79 karunia apapun yang datang padamu dari Allah, dan kesulitan musibah yang menimpa itu dari dirimu sendiri. Nikmat dari Allah, sedangkan musibah kita yang mengundang. Kalau kita diberikan karunia dalam bentuk apapun itu datangnya dari Allah, tapi jika musibah yang menimpa hal itu ada andil dari dosa kita. Keburukan apapun yang menimpa kita itu diundang oleh dosa kita sendiri, olehkarena itu kita harus mengevaluasi dosa apa yang mengundang bala ini. Makin kita bisa menemukan dosa yang kita perbuat dan makin kita bisa bertobat, hal itu bisa mendatangkan pertolongan Allah. Dalam QS. As-Syura:30 Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu). Jika kita selalu evaluasi diri dan membawanya ke taubat,maka kata Rasul ada yang terjadi: 1. Allah akan melapangkan hatinya, 2. Allah akan beri jalan keluar.

5.    Cukuplah Allah sebagai penolong kita

QS.Yunus: 107 Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Jika Allah menghendaki kebaikan kepadamu, maka tidak ada yang bisa menolak. Allah berikan kepada siapa yang dikehendakinya. Jangan bersandar kepada siapapun, karena semua makhluk tidak ada daya upaya, kekuatan kecuali dari Allah.

Jika ingin mendapat pertolongan Allah:

  1. Tekad yang sangat kuat dan bulat;
  2. Perbanyak tobat;
  3. Jauhi maksiat, karena pengundang bala bagi kita;
  4. Tingkatkan taat;
  5. Tebar manfaat. Allah senantiasa akan menolong orang yang menolong saudaranya.

Kembali