FPTK UPI Gelar Program World Class Professor

FPTK UPI Gelar Program World Class Professor

Oleh: Admin pada 26 Sep 2018

Di bulan September, (24/09/2018) Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia menggelar World Class Professor (WCP) Program-Scheme A. WCP kali ini, disampaikan oleh Dekan Fakultas Teknik Mesin (Mechanical Engineering) Universiti Malaysia Pahang (UMP), Prof. Dr. Rizalman Mamat.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPTK UPI, Dr. Ana, S.Pd., M.Pd., menyambut hangat kehadiran Dekan Fakultas Teknik Mesin UMP. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan menyampaikan terima kasih atas kesediaan Prof. Dr. Rizalman Mamat untuk mengisi kuliah umum dan berharap para mahasiswa bisa mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.

Bidang keahlian profesor Rizal adalah bahan bakar dan energi, engine pembakaran dan perpindahan panas skala nano pada fluida yang terangkum dalam automotive system engineering. Tema kuliah yang disampaikan adalah Renewable Energi Resources for a Sustainable Future (Sumber Energi Terbarukan untuk Masa Depan yang Berkelanjutan).

Mengawali materi kuliahnya dengan mengucapkan terima kasihnya atas kesempatan memberikan kuliah umum di FPTK UPI, Dekan FTM UMP, Profesor Rizal berbagi pengalaman hidupnya, mulai dari jejak studi, karir hingga keluarganya. Kemudian berbagi mengenai prestasinya yang sangat luar biasa. Hal ini bisa terlihat dari jejak rekam dirinya yang memiliki h-indeks Scopus 23. Salah satu yang menarik dari pengalaman dirinya adalah tentang cara pandangnya mengenai gelar. Profesor Rizal berpendapat bahwa gelar adalah sebuah legalitas atau lisensi untuk mengerjakan tanggung jawab yang lebih besar. Pemberian gelar akan selalu diikuti dengan tuntutan kerja. Itulah yang mebuatnya terus berkarya hingga saat ini. Kunci sukses yang dibagikan pada kesempatan tersebut adalah kerja efisien. Tulisan dengan jumlah publikasi yang banyak tidak mungkin dikerjakan sendiri melainkan atas bantuan orang lain yang bekerja sama dengan kita membentuk sistem yang berkelanjutan.

Tema yang diberikan mengenai, ‘Sumber Daya Terbarukan untuk Masa depan diawali dengan meningkatnya kebutuhan energi di dunia’.

Prof. Rizal mengemukakan bahwa kebutuhan energi tersebut didapatkan baik dari sumber daya alam yang terbarukan dan tidak terbarukan. Sumber daya fosil saat ini tetap menjadi primadona yang dibutuhkan karena untuk mengubahnya mudah dan cepat. Hal yang perlu diperhatikan mengenai bahan bakar fosil adalah ketersediaannya. Prediksi para ahli mengatakan bahwa bahan bakar fosil dengan tingkat permintaan yang terus meningkat akan habis sampai 53 tahun kemudian. Angka ini memberikan peringatan untuk kita agar mempersiapkan momen tersebut, jangan sampai terlambat untuk menghadapinya. Adapun sumber daya yang terbarukan menjadi alternatif baru dalam mendapatkan energi dan hal ini dapat menjadi alat untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi berkurangnya bahan bakar fosil.

Lebih lanjut disampaikan Profesor Rizal bahwa jika berbicara bahan bakar tentu berbicara gas karbon dioksida yang menyebabkan efek rumah kaca. Efek rumah kaca ini menyebabkan kenaikan temperatur di bumi dari 0,1 – 1 oC. Terlihat sangat kecil namun efek yang dirasakan sangat luar biasa. Gletser yang berada di daerah pegunungan dan daerah kutub dapat mencair. Berbicara tentang sumber daya terbarukan berarti berbicara pengurangan emisi gas karbon dioksida. Salah satu contoh pengurangan gas karbon dioksida penggunaan biofuel. Produksi biofuel diikuti dengan penanaman tumbuhan yang menghasilkannya. Hal ini berarti dengan penggunaan biofuel dapat mengurangi karbondioksida dengan semakin banyaknya tumbuhan yang ditanam. Sumber lain yang dapat dimanfaatkan adalah panas matahari yang merupakan energi gratis yang tersedia dalam jumlah besar. Kemudian angin, arus air sampai kepada geotermal. Satu hal yang menjadi catatan mengenai sumber daya terbarukan adalah efisiensi alat konversi yang ada saat ini memiliki efisiensi di bawah combustion engine. Saat ini kematangan sumber daya terbarukan perlu diperhatikan kasusnya. Seperti contoh jika biomassa dibandingkan dengan combustion engine, untuk menghasilkan jumlah energi tertentu untuk bahan bakar fosil perlu satu gelas bahan bakar sedangkan untuk biomassa memerlukan daun sebanyak satu rungan kelas dengan ukuran 9 x 10 m2, maka pilihan yang bijak adalah menggunakan engine yang menggunakan bahan bakar fosil.

Di akhir kuliah umum, Profesor Rizal memberikan kesimpulan bahwa penggunaan sumber daya terbarukan khususnya tentang biofuel adalah sebagai berikut:

  1. Penggunaan sumber daya terbarukan harus mempunyai pemahaman yang jelas dampak terhadap ekonomi, lingkungan dan sosial sebelum menentukan kebijakan.
  2. Penggunaan sumber daya terbarukan harus mempertimbangkan tentang analisis risiko yang mencakup perbandingan lanjutan, ketersediaan tempat dan dampak terhadap makanan.
  3. Mendorong untuk berinvestasi pada teknologi dan praktik yang mendukung kepada lingkungan yang lebih baik.

Hadir pula dalam acara World Class Professor (WCP) ini yaitu Ketua Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Dra. Sudewi, M.Si., Ketua Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, Dr. Yatti Sugiarti, M.P., Dosen-Dosen serta mahasiswa di lingkungan FPTK UPI.