FPTK UPI Bekerjasama dengan PIKI Selenggarakan Pelatihan/Workshop Tentang Sertifikasi Kompetensi Standard ASQA

FPTK UPI Bekerjasama dengan PIKI Selenggarakan Pelatihan/Workshop Tentang Sertifikasi Kompetensi Standard ASQA

Oleh: Admin pada 20 Jul 2018

Dalam rangka penyetaraan kompetensi antara pendidik vokasi di Indonesia dengan Australia, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia bekerjasama dengan Persatuan Instruktur Kompeten Indonesia (PIKI) mengadakan Pelatihan/Workshop Tentang Sertifikasi Kompetensi Standard ASQA (Australia) dengan tema “Sistem Sertifikasi Kompetensi (SSK) 4.0” bagi dosen-dosen dilingkungan FPTK UPI. Hal ini bertujuan untuk menjalankan Inpres No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia.

Selama ini para pengajar vokasi (guru/dosen/instruktur) masih belum menguasai cara membuat perangkat asesmen yang valid (mencakup seluruh unit kompetensi) serta mengintegrasikkan Foundation Skills (core skills-baca, tulis, hitung, komunikasi lisan, dan belajar; dan employability skills-navigate the worls of work, interact with others, dan get the work done). Di Indonesia, berpartisipasi dalam validasi asesmen adalah tugas lead asesor padahal di Australia tugas tersebut adalah tanggung jawab asesor yang berhadapan langsung dengan siswa. Sistem yang diterapkan Australia akan lebih bermanfaat bagi murid karena asesor yang melihat langsung apakah perangkat asesmen sesuai dengan kemampuan siswa.

Acara dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Juli 2018, mulai pukul 09.00 WIB s.d. 16.00 WIB di Ruang Rapat Selatan Lantai IV FPTK UPI, Jl. Dr. Setiabudhi No. 207 Bandung 40154. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FPTK, Prof. Dr. Syaom Barliana, M.Pd., M.T.

Direktur Eksekutif PIKI, Hendry H. Widjaya sebagai Narasumber beserta dengan timnya dari PIKI: Gisela Dwi Christina, dari Ikatan Alumni Program Habibie: Prof. Dr. Ir. Anton Adibroto, M.Sc., dari PT. INTI Persero: Budi Hantoro, Boy Latief, Kosasih dan Widi Utami menyampaikan materi tentang bagaimana membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai standar Australia dan tantangan dalam menghadapai standarisasi kompetensi lulusan kedepan. Dengan dilakukannya workshop ini diharapkan UPI dapat membentuk LSP yang diakui secara Internasional dan dapat menyiapkan lulusan yang dapat bersaing di skala Internasional.

Tujuan dari penyelenggaraan workshop adalah mengenal perbedaan skema sertifikasi pengajar vokasi di Indonesia dan Australia.

Adapun output dari kegiatan ini adalah untuk:

  1. Mempelajari dasar-dasar elemen matriks validasi secara garis besar, yaitu Foundation Skills.
  2. Mencari unit kompetensi yang sesuai kebutuhan zaman dari training.gov.au
  3. Mempelajari garis besar matriks validasi (cara membaca dan mengisi).