FGD Dengan Tim ADB UPI Tentang Konsep Centre of Excellence

FGD Dengan Tim ADB UPI Tentang Konsep Centre of Excellence

Oleh: Admin pada 03 Apr 2018

Dalam rangka merancang program FPTK menuju Centre of Excellence. Beberapa komponen fakultas yang terdiri dari Dekan, Para Wakil Dekan, Para Ketua/Sekretaris Departemen, Para Ketua Program Studi, Ketua dan Sekretaris Pelaksana Lembaga Sertifikasi Profesi, Ketua dan Sekretaris TVET Research Centre, serta Tim Project Implementation Unit (PIU) Asian Development Bank (ADB) UPI mengundang Dr. Nigel Carpenter dari Australia, beliau merupakan CEO dari Sustainable Skill yang bergerak dibidang TVET di Australia yang didampingi oleh bapak Abdul Malik sebagai Tim Proyek Asian Development Bank (ADB).

Pada hari Kamis tanggal 22 Maret 2018, Dr. Nigel Carpenter diundang pada acara kuliah umum dengan tema “The Sustainable Development In TVET” seminar tersebut dihadiri sekitar 100 orang peserta, kuliah umum ini diadakan dalam rangka mendapatkan pengetahuan tentang TVET System serta Best Practice TVET di Australia.

Setelah kegiatan kuliah umum diselenggarakan, di siang hari pada hari yang sama diadakan Forum Group Discussion (FGD) dalam rangka lebih mempertajam kembali konsep Centre of Excellence yang dihadiri para pimpinan Fakultas, Pimpinan Departemen dan Prodi, Para Guru Besar, Anggota Senat, Tim Lembaga Sertifikasi Profesi, Tim TVET Research Centre di lingkungan FPTK UPI dengan menghadirkan Dr. Nigel Carpenter sebagai pembicara serta bapak Abdul Malik sebagai perwakilan dari ADB.

Kegiatan FGD tersebut mengedepankan masukan-masukan dalam rangka meraih dan menjaga program Center of Excellence akan dicetuskan yang terdiri dari:

  1. Membuka dan mengembangkan berbagai Program Studi baru yang relevan dengan dunia kerja pada era industri 4.0. Program Studi Sarjana antara lain Pendidikan Sistem Informasi dan Teknologi (Information System and Technology Education), Pendidikan Kecerdasan Buatan dan Robotika (Artificial Intelligence and Robotics Education), Pendidikan Teknik Instrumentasi Industri (Industrial Instrumentation Engineering Education), Pendidikan Teknik Energi Terbarukan (Renewable Energy Engineering Education), Pendidikan Teknologi Pangan (Food Technology Education), Pendidikan Teknik Otomotif (Automotive Engineering Education) .
  2. Mengembangkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vokasi (TVET Research and Development Centre), yang akan menjadi pusat rujukan dan pusat analisis kebijakan pendidikan vokasi, model pendidikan vokasi, pengembangan kurikulum, serta berbagai riset terapan lainnya dan diseminasinya dalam bidang pendidikan vokasi.
  3. Membentuk dan mengembangkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) serta menyediakan fasilitas Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang modern dan representative, bagi berbagai skema kompetensi pendidikan vokasi yang dibutuhkan dunia kerja.
  4. Membentuk dan mengembangkan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru yang bermutu, baik untuk pendidikan profesi guru pra-jabatan (pra service) maupun pelatihan guru dalam jabatan (in-service).
  5. Membentuk Incubator Business. Dimana dengan wadah ini bisa mengajak pihak industry untuk bekerjasama, serta dijadikan tempat untuk berkolaborasi.

Sedangkan masukan-masukan dari pada partisipan yaitu:

  1. Usulan untuk diadakan penelitian terlebih dahulu terkait dengan Program Studi baru.
  2. Meninjau kembali Program Studi on-going yang bisa diajak kolaborasi untuk menunjang program studi yang baru.
  3. Pengembangan kurikulum yang tepat untuk terselenggaranya CoE.
  4. Pemilihan pelatihan yang tepat untuk dosen dan karyawan dalam rangka menjalan Program CoE.
  5. Meninjau kembali komparasi berbagai TVET system yang diselenggarakan di Australia dan di Jerman untuk memperkaya konsep TVET di FPTK UPI serta implementasinya di Indonesia.
  6. Mengajak pihak Industry untuk terlibat dalam kegiatan Program CoE.