FPTK FPTK

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Menjadi Narasumber Webinar Nasional pada AGROFEST 12

Oleh: Yuyun Rohayati pada 13 Dec 2020

Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia (FPTK UPI) menyelengggarakan Webinar Nasional dalam acara AGROFEST 12 dengan tema "Strategies to Strengthen Link and Match Between Vocational Education (Agriculture) and The Food Industry". Acara diselenggarakan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, (29/11/20).

AGROFEST ini merupakan acara yang rutin diadakan setiap tahunnya oleh Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri FPTK UPI. Acara secara resmi dibuka oleh Direktur Direktorat Kemahasiswaan UPI, Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si

"Semoga dengan adanya acara Webinar Nasional Agrofest 12 ini dapat memberikan banyak manfaat yang dipetik oleh para peserta yang mengikutinya, diharapkan untuk kedepannya acara ini dapat ditingkatkan lagi agar bisa diselenggarakan dalam tingkat Internasional,"ujar Suwatno.

Jumlah peserta Webinar Nasional ini diikuti oleh sebanyak 432 peserta. Peserta yang datang ada dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta yang ada di Indonesia, pelajar dari berbagai sekolah, akademisi, peneliti, tenaga pendidik dan masyarakat umum.


Webinar Nasional ini diiisi oleh beberapa narasumber yang berkaitan dengan tema yang diangkat diantaranya, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Ir. Emil Satria, M.Si selaku Sekretaris Ditjen Industri Agro Kementrian Perindustrian, Dra. Ida Yuniati Surtika, MM selaku Kepala Sekolah SMKN 1 Pacet Cianjur, Mr. Thomas Jasman selaku Direktur PT. Bumitangerang Mesindotama (berhalangan hadir dan diwakilkan oleh Internal Affair, Yeni Wati T).

Pematerian Pertama oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D. Isu yang diangkat oleh Bapak Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D. mengenai Link and Match Pendidikan Vokasi dan Industri Pangan. "Kemampuan komunikasi para siswa itu dinilai masih kurang baik maka perlu adanya peningkatan soft skill para siswa karena hal tersebut merupakan salah satu kuncinya, apabila pendidikan vokasi tidak melibatkan link and match itu hambar rasanya. Siswa tersebut jangan hanya diajarkan mengenai teknis, namun seharusnya kita harus dapat membentuk total personality dan pahamkan mengenai critical thinking kepada para siswa. Dunia Perindustrian tidak mengeluhkan terkait hard skill, mereka hanya mengeluhkan mengenai soft skill maka dari itu perlu ditumbuhkan kecintaannya agar dalam pelaksanaannya lebih bersemangat. Hard skill itu mudah untuk dikembangkan, yang sulit itu dalam pembentukan soft skill dan karakter seseorang tersebut,"ujarnya.

Pematerian kedua oleh Sekretaris Dirjen Industri Agro Kementrian Perindustrian, Ir. Emil Satrio, M.Si. dengan materi yang berjudul Kebijakan Pengembangan Industri Agro Nasional. Menurut Ir. Emil Satrio, kontribusi industri agro kepada industri nasional pada triwulan III tahun 2020  lebih dari 50%. Kompetensi yang dibutuhkan di advance manufacturing yaitu softskill, hardskill industry dan hardskill digital.

Pematerian ketiga oleh Direktur PT. Bumitanggerang Mesindotama (BT. Cocoa), Mr. Thomas Jasman (berhalangan hadir dan diwakilkan oleh Internal Affair, Yeni Wati T) dengan materi Kualifikasi Lulusan Pendidikan Vokasi yang dibutuhkan oleh Industri Pangan. Menurut Yeni, industri pengolahan cocoa 97% diolah oleh petani maka dari itu kami bermitra dengan para petani dan memberikan pelatihan. Import biji kakao Indonesia meningkat dan sangat disayangkan dengan potensi Indonesia yang bisa menghasilkan kakao.

"BT. Cocoa menerima para mahasiswa yang akan magang di BT. Cocoa, tetapi sejak masa pandemi ini, kami berhentikan dulu karena memang para pekerja disini sedang WFH kecuali para pekerja yang essential saja. Kualifikasi yang dibutuhkan BT. Cocoa yang paling penting adalah kemampuan berbahasa inggris yang baik, karena BT. Cocoa merupakan perusahaan internasional. Kemampuan bahasa inggris yang baik dan kemampuan beradptasi yang cepat sangat dibutuhkan saat ini (update teknologi) dimana perubahan era yang menuntut hal tersebut, sebagai contoh sudah banyak perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia dan menerapkan teknologi yang canggih, sehingga banyak tenaga asing yang didatangkan dikarenakan kurang kompetennya tenaga lokal yang memiliki kemampuan tersebut.

Pematerian terakhir oleh Kepala SMKN 1 Pacet Cianjur, Dra. Ida Yuniati Sartika, MM. dengan materi Strategi Pendidikan Vokasi dalam Bermitra dengan Industri Pangan. Menurut Dra. Ida Yuniati Sartika, MM., filosofi teaching factory yang dilakukan di SMK merupakan konsep pengembangan pembelajaran  di SMK berbasis produksi, dengan mengimbaskan oprasi manufaktur dan layanan jasa yang mengacu pada standard an prosedur yang berlaku di industri/dunia usaha, dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri hingga membentuk kebiasaan bekerja sesuai kualitas (mutu kerja), alur kerja (oraganisasi) kerja efektif dan efisien, serta penerapan keselamatan kerja yang membentuk habbit kerja aman.



Acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Lomba Esai Nasional dan Lomba Poster. Juara 1 Lomba Esai Nasional dimenangkan oleh Nareta Veronica dan Hanif Zalfa dari ITB, Juara 2 Lomba Esai Nasional dimenangkan oleh Putri Rutbata Ulya dari IPB, dan Juara 3 Lomba Esai Nasional dimenangkan oleh Elsa Lutmilaritga dan M. Iqbal Arif Amrullah dari UNNES, serta Best Presentation dimenangkan oleh M.Syarifuddin.

Juara 1 Lomba Poster Nasional dimenangkan oleh Muhammad Rofiq dari Universitas Lambung Mangkurat, Juara 2 Lomba Poster Nasional dimenangkan oleh Angela Vera dari Universitas Brawijaya, Juara 3 Lomba Poster dimenangkan oleh Irna Amelia dari UPN "Veteran" Jawa Timur, serta Juara terfavorit Lomba Poster Nasional dimenangkan oleh Duwi Rachamawati dari Universitas Airlangga.


Kembali