Assoc. Prof. Dr. Lai Chee Sern: “Green Skill for Green Industries: Meeting the Need of Green Economy”

Assoc. Prof. Dr. Lai Chee Sern: “Green Skill for Green Industries: Meeting the Need of Green Economy”

Oleh: Admin pada 16 Aug 2018

Pada public lecture UPI kali ini diselenggarakan oleh Centre of Excellence on Vocational Education UPI pada hari Jum’at, 10 Agustus 2018 di Auditorium Lantai IV FPTK UPI, Jl. Dr. Setiabudhi No. 207 Bandung 40154.

Bertindak sebagai dosen tamu adalah Assoc. Prof. Dr. Lai Chee Sern dari Faculty of Technical and Vocational Education UTHM-Malaysia dengan membawakan materi dengan judul “Green Skill for Green Industries: Meeting the Need of Green Economy”, yang dimoderatori oleh Haipan Salam, Ph. D. (Dosen Departemen Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI).

Acara public lecture dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Iwa Kuntadi, M.Pd, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr. Ana, S.Pd., M.Pd. para Pimpinan Departemen dan Prodi, Dosen dan mahasiswa di lingkungan FPTK UPI, serta Dosen dan mahasiswa dari Departemen Teknik Mesin Universitas Negeri Padang (UNP) yang kebetulan sedang melakukan kunjungan industry ke FPTK UPI.

 Assoc. Prof. Dr. Lai menyampaikan kuliahnya mengenai pentingnya Green skill dalam menghadapi kemajuan global guna menunjang terbentuknya Green industri yang bermuara kepada pengembangan Green economy model. Konsep Green economy lahir untuk menunjang perkembangan kemampuan yang berkelanjutan (sustainable development) yang lebih baik dari sisi kualitas hidup dan sosial masyarakat di era industry 4.0. Model ekonomi ini dipengaruhi oleh tiga komponen yang saling berkaitan, yaitu social, economy dan environmental

Di dalam pengaplikasiannya, narasumber mengemukakan dalam beberapa point penting, yaitu:

  1. Tranformasi Green economy model di dalam dunia insutri melalui Green industries dengan cara penyediaan pekerjaan berdasarkan Green jobs dan Green skill guna memenuhi perkembangan berkelanjutan.
  2. Green skill didasari oleh diperlukannya suatu kemampuan berkelanjutan (sustainable development) di era industry 4.0 dengan memperhatikan juga aspek technical skill, pengetahuan, nilai-nilai kepribadian dan prilaku yang diperlukan didunia kerja.
  3. Green Skill training yang diusulkan yaitu meliputi basic skill, hard/core skill, soft skill dan juga green skill.
  4. Hambatan yang kemungkinan timbul dalam pengaplikasian model ekonomi ini meliputi worker shortage, technical staff, policies, identifikasi green skill, collaboration, kurikulum dan institusi.

Secara keseluruhan, Green economy model ini diperlukan untuk mempersiapkan perubahan lingkungan yang terjadi dan meningkatkan skill untuk memenuhi sustainable development.