Mahasiswa FPTK berpartisipasi dalam ASEAN Vocational and Engineering Camp (AVEC) 2017

ASEAN Vocational and Engineering Camp (AVEC) merupakan kegiatan di bawah koordinasi RAVTE (Regional Association for Vocational Teacher Education in East and Southeast Asia). Tahun 2017 ini merupakan penyelenggaran kedua kalinya, setelah sebelumnya AVEC 2016 dilaksanakan di Rajamangala University of Technology Lanna (RMUTL), Chiang Mai, Thailand. AVEC 2017  telah dilaksanakan pada tanggal 16-23 Juli 2017 di Faculty of Technical and Vocational Education UTHM (Universiti Tun Husein Onn Malaysia).

FPTK UPI sebagai anggota RAVTE, turut mengirimkan mahasiswanya untuk berpartisipasi dalam AVEC 2017 yang mengambil tema “Toward School 4.0” dengan fokus utama pada application of Internet of Thing (IoT). AVEC bertujuan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, dan mempertemukan para engineer masa depan melalui proyek desain teknologi juga menjalin kerjasama yang baik antar negara-negara ASEAN.

UPI FASHION DAY 2017

 

Senin, 10 April 2017 Program Studi Pendidikan Tata Busana Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2013 menggelar UPI FASHION DAY 2017 di Halaman Belakang FPTK UPI, Jl. Dr. Setiabudhi No. 207 Bandung yang merupakan salah satu Pre Event dari rangkaian acara Devasana yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2017. UPI FASHION DAY 2017 diresmikan secara langsung oleh Dekan FPTK UPI Prof. Dr. Mokhamad Syaom Barliana, M.Pd., M.T. Rangkaian acara UPI FASHION DAY 2017 sangat beragam mulai dari talkshow, kompetisi, serta hiburan.

Talkshow dengan tema Business Fashion menghadirkan Founder & CEO Mutif Corp Tri Astuti dan asisten desainer Zysku Xena Rani Nuraeni Munawwarah yang membahas mengenai bagaimana melakukan bisnis fesyen secara tepat dan jitu. Beberapa kompetisi yang diadakan di antaranya kompetisi Draping dengan tema Greek Style, kompetisi Kids & Teen Modelling dengan tema Culture around The World dimana para peserta mengenakan busana kebudayaan dari beberapa negara, kompetisi Eco Fashion yaitu kompetisi membuat busana berbahan dasar barang daur ulang dengan juri tamu desainer Eco Fashion Dindin Red C, kompetisi OOTD dengan tema kain Indonesia, dan kompetisi Fashion Design dengan tema busana muslimah.

Terdapat juga beberapa stand bazaar food & fashion di antaranya Aku Dengan Penat, Afsheen Hijab, Wondrouss ,Grosir Hijab Online 99, Cookay Cookies, Picta, Café Kopi Pak Belalang, dan Warung Waya Waya.Event ini dimeriahkan dengan games dan doorprize dengan hadiah merchandise dari pihak sponsor serta hiburan Stand Up Comedy oleh Rizki Muhammad NFdan menghadirkan bintang tamu band SAKRA.

Menggapai Kesuksesan Karir

Sukses menjadi impian setiap orang, tak terkecuali para calon wisudawan FPTK yang baru saja menyelesaikan studinya di UPI. Bagaimana menggapai kesuksesan karir? Adakah strateginya? Hal itu tersaji dalam bimbingan karir wisudawan FPTK yang digelar pada Rabu, 12 April 2017 di auditorium FPTK. Wakil Dekan Bidang Akademik FPTK, Dr. Iwa Kuntadi, M, Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan “Bimbingan Karir Wisudawan” bertujuan untuk memberikan arahan dan bimbingan untuk berkarir, pasca menyelesaikan studi di FPTK. Kegiatan tersebut melibatkan para alumni FPTK untuk berbagi pengalaman karirnya setelah menjadi sarjana.

Slamet yang menjadi salah satu narasumber kegiatan tersebut, memiliki definisi sendiri mengenai sukses. Alumni FPTK yang telah menyelesaikan studi S1 nya di Prodi Pendidikan Teknologi Agroindustri (PTAg) 3 tahun yang lalu itu berpendapat bahwa sukses adalah “MENSYUKURI apa yang telah kita capai, mencintai, bangga terhadap apa yang kita miliki, mengerjakan sesuatu dengan KEMAMPUAN MAKSIMAL yang kita miliki kapan dan di mana saja, diminta ataupun tanpa diminta dan dengan KETULUSAN hati sehingga membawa MANFAAT BAGI KEHIDUPAN selanjutnya.” Ia menambahkan jika hidup adalah pilihan, ” menjadi orang hebat atau menjadi orang hebat yang melahirkan manusia hebat?” Prinsip seperti itu yang menyemangatinya untuk terus belajar dan berbagi hingga kini Slamet melanjutkan studi magister di teknologi agroindustri UNPAD sembari mengabdi sebagai staf pengajar di Universitas Islam Al-Ihya Kuningan. Slamet membagi tipsnya kepada para calon wisudawan FPTK yaitu KISS: Komunikasi, Informasi, Semangat, Sabar, insyaallah bisa meraih sukses.

Alumni FPTK lain yang berkesempatan untuk berbagi pengalaman adalah Leisha, yang telah menyelesaikan studi S1 nya pada tahun 2014 di Departemen Pendidikan Tata Busana. Leisha membagi pengalaman berharganya selama mengabdi menjadi guru di daerah terpencil pada program SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Program ini merupakan program yang digagas pemerintah dalam rangka pemerataan kualitas pendidikan dengan pengiriman guru ke berbagai pelosok negeri. Pada tahun 2016, alumni UPI yang mengikuti SM-3T ditempatkan di Maluku Tenggara Barat, Timor Tengah Utara (NTT), Parigi Moutong (Sulawesi Selatan), Asmat (Papua), Nias Selatan. Menurut Leisha, program SM-3T cukup menantang sekaligus memiliki banyak keuntungan, diantaranya gaji guru SM3T cukup besar, berhak mengikuti kuliah PPG (pendidikan profesi guru) selama 1 tahun setelah selasai SM3T, berhak mengikuti program Sekolah indonesia luar negeri (SILN) dan GGD (guru garis depan). Selain itu, yang terpenting adalah peserta SM-3T bisa mendedikasikan diri demi kemajuan pendidikan, memahami keberagaman di Indonesia dan memiliki ambisi memajukan pendidikan di Indonesia.

Kegiatan bimbingan karir yang dihadiri para sarjana baru yang akan diwisuda pada 13 April 2017, juga menghadirkan Dadang Sudrajat, M.Pd., yang merupakan tim pengembang pusat karir UPI. Pada kegiatan tersebut, diungkap bahwa faktor-faktor  (post-modern social factors) yang berpengaruh dalam teori pemilihan karier menurut NQF/CAS (2015) mencakup available studies, parent pressure, experiences, technology, resources, peer pressure, friendships, available jobs. Dadang mendeskripsikan hasil riset mengenai kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja di abad 21. Kemampuan komunikasi, integritas, kemampuan bekerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah menjadi kompetensi-kompetensi kesiapan karier yang terpenting. Selain itu, Dadang pun membagi tips penting dalam komunikasi terutama public speaking yaitu grooming dan figure control, juga strategi dalam menjalani tes wawancara dalam seleksi kerja.

Semoga selepas menyelesaikan studi di FPTK UPI dan mengikuti bimbingan karir, para wisudawan meraih kesuksesan dimanapun berada. Selamat untuk para wisudawan. Barakallahu fiikum.

-mnh-

Launching PIK Ma (Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa)

Bandung, 03 April 2017, Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FPTK UPI mengadakan kegiatan launching PIK Ma (Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa) yang bertempat di auditorium FPTK lantai 4 UPI. launching PIK Ma prodi PKK ini bekerjasama dengan perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat. Launching PIK Ma Prodi PKK dihadiri oleh Dekan FPTK Prof. Dr. Mokh. Syaom Berliana, M.Pd., M.T., Ketua DPPKB, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Provinsi Jawa Barat, Kepala Kassubid Ketahanan Remaja Provinsi Jawa Barat, Ketua Jurusan PKK dan dosen Prodi PKK. Peserta yang hadir dalam acara ini berjumlah 101 mahasiswa Prodi PKK yang terdiri dari angkatan 2013, 2014, 2015 dan 2016. Tema launching PIK Ma prodi PKK adalah “Menyongsong Bonus Demografi melalui Remaja GenRe (generasi berencana) yang Berkualitas”.

Launching PIK Ma diresmikan oleh dekan FPTK UPI. Tujuan diadakan PIK Ma ini adalah Meningkatkan  informasi tentang Pendewasaan Usia Pernikahan, keterampilan hidup (life skills), pelayanan konseling di lingkungan kampus UPI. Selain itu, PIK Ma ini berusaha untuk menjadikan mahasiswa menjadi mahasiswa yang sehat, mahasiswa yang terhidar dari Seks Pra Nikah dan penggunaan NAPZA.

Launching PIK Ma ini salah satunya  ada kegiatan pematerian dari Drs. Wawan Ridwan  yang merupakan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Provinsi Jawa Barat. Drs. Wawan Ridwan menyampaikan tentang bonus demografi dan tantangan di Jawa Barat. Menurut data SUPAS (survei penduduk antar sensus ) 2015 Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk paling besar terbanyak di indonesia yaitu sebesar  46.668.214 jiwa. Jumlah penduduk di Jawa Barat dari tahun ke tahun semakin meningkat. Salah satu contoh konkritnya yaitu saat weekend Bandung selalu macet.

Selain pematerian dari bidang pengendalian penduduk, pematerian disampaikan oleh Dra.Hj.Linda Herliany sebagai kassubid ketahanan remaja. Pematerian yang di sampaikan oleh ibu linda mengajak kepada para mahasiswa untuk menghindari dari narkoba, seks pra nikah, dan nikah di usia dini. Mahasiswa sangat antusias dengan kedua pematerian terbukti dengan banyaknya yang bertanya. Setelah selesai pematerian Acara ditutup dengan penyematan oleh Ketua DPPKB kepada calon pengurus PIK Ma Prodi PKK.