Dr. KH. Dudung Rahmat Hidayat, M.Pd. : Hasbunallah Wani’mal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Nasir.

Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia menggelar acara pengajian bulanan yang dihadiri oleh Dosen, Karyawan, Mahasiswa dan Ibu-Ibu Keluarga (IIK) FPTK bertempat di Ruang Auditorium Lantai IV FPTK.  Kegiatan ini diawali dengan pembacaan ayat Al-Quran oleh H. Yuda Sukmawan, S.Sos., M.Pd.

Pada bulan ini (17/01/18), bertindak sebagai penceramah adalah Dr. KH. Dudung Rahmat Hidayat, M.Pd. (Dosen FPBS UPI) juga selaku Ketua DKM Al-Furqon UPI.

Isi ceramah:

Amalan Sunnah : Tahajud, Sholat Shubuh Jamaah, Tadarus, Dhuha, Menjaga Wudhu, Shodaqoh.

Allah telah menciptakan hidup dan mati untuk diuji, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk  berubah lebih baik, berlomba-lomba dlm kebaikan, berilah kesempatan kepada seseorang untuk  berubah, jangan melihat seseorang dari masa lalunya, dari status dan hartanya karena sepatu Fir’aun ada di neraka sedangkan sandal Bilal di surga.

Misteri Kematian

Menghadap Allah harus bersih lahir bathin, pakaian ditanggalkan, nama pun tidak dibawa, harta berpindah tangan, semua amal terhenti kecuali salah satunya anak yang sholeh, pekerjaannya dilanjutkan oleh yang lain, setelah meninggal orang akan berkata tentangmu. Dalam rangka ibadah, ikhlas karena Allah dalam memikulkan sesuatu, bertawakal. Hasbunallah Wanimal Wakil Ni’mal Maula Waniman Nasir. Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir. Artinya : “Cukuplah ALLAH sebagai penolong kami, dan ALLAH adalah sebaik-baik pelindung

SMKN 1 Gunung Putri, Bogor Kunjungi FPTK UPI

FPTK UPI menerima kunjungan rombongan dari SMKN 1 Gunungputri Bogor. Rombongan diterima langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FPTK UPI, Dr. Iwa Kuntadi, M.Pd. di ruang Auditorium Lantai IV FPTK UPI, Jl. Dr. Setiabudhi No. 207 Bandung 40154,  Kamis(4/01).

Dalam sambutannya menurut ketua rombongan, Bapak Kurniawan, S.Pd. “Kunjungan ini merupakan kunjungan untuk kedua kalinya bagi SMK Negeri 1 Gunung Putri Kabupaten Bogor ke FPTK UPI. Tahun ini berbeda karena yang mengikuti rombongan ke Bandung bukan lagi kelas XII melainkan kelas X. Tujuan kunjungan ke FPTK UPI adalah untuk memberikan inspirasi bagi siswa yang mau melanjutkan kuliah ke FPTK UPI. Harapannya dari kunjungan ini, para siswa mendapatkan gambaran bagaimana suasana belajar, kultur serta etos belajar. Kali ini sengaja yang diikutkan kelas X karena mereka baru dan masih terbuka untuk memilih. Berbeda dengan kelas XII yang diharapkan mereka telah memilih pilihan masa depan yang akan diambil. Setelah dari UPI mereka akan melanjutkan dengan kegiatan outbond di daerah Lembang. Pada kegiatan itu rencananya para siswa akan diikat komitmen bersama” tutupnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik FPTK UPI menyambut baik kunjungan, diharapkan dengan kunjungan dapat meningkatkan silaturahim antara FPTK UPI dengan SMKN 1 Gunungputri, Bogor. “FPTK senang dan mengapresiasi dengan kedatangan para siswa SMK Negeri 1 Gunung Putri Kabupaten Bogor. Apalagi jika kunjungan ke UPI dijadikan sebagai satu lahan untuk memberikan inspirasi kegiatan pada siswa. Kemudian Pak Wadek I FPTK memberikan pencerahan tentang inti kegiatan di Fakultas dan bagaimana proses untuk bisa masuk ke FPTK. FPTK UPI sebagai salah satu fakultas terbaik membuktikan lewat segudang prestasinya yang telah diraih, salah satunya mahasiswa otomotif UPI yang meraih juara dunia untuk kategori mobil hemat energi. Tak lupa Pak Wadek I meminta doa agar tim UPI kembali meraih kesuksesan di Shell Eco Marathon 2018 yang akan diselenggarakan di Singapura” kata Iwa.

Acara ditutup dengan saling bertukar cendera mata, berdo’a, serta berfoto bersama. Kemudian rombongan bergerak untuk melihat laboratorium-laboratorium yang ada di lingkungan FPTK UPI.

Asesor BAN-PT Visitasi Prodi Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI

Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang terdiri atas Dr. Zainur Rufiq, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta dan Prof. Dr. Ir. Indarto DEA (Universitas Gadjah Mada) melakukan visitasi-asesmen lapangan terhadap Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, FPTK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam rangka pelaksanaan akreditasi tahun 2017. Keduanya diterima oleh pimpinan universitas di Ruang Rapat Partere Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Jumat (22/12/2017).

Selanjutnya, tim asesor bergerak ke kampus prodi pendidikan teknik mesin di gedung FPTK UPI untuk melakukan pemotretan, evaluasi dan verifikasi data, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif, mencocokkan apakah hal-hal yang tertuang dalam borang sudah sesuai atu belum. Hasil laporan akan menjadi pertimbangan bagi majelis BAN-PT.

Ine Tri Indriyani : “Giat Belajar, Pantang Menyerah untuk Menggapai Impian”

INE Tri Indriyani (22 tahun) atau dipanggil Ine lahir di Sukabumi 15 November 1995. Pertama ia mengikuti pendidikan formal di SDN Cibodas, kemudian melanjutkan pendidikan formal di SMPN 1 Cibadak, dan SMAN 1 Nagrak. Akhirnya ia melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Universitas Pendidikan Indonesia pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan. Terlahir sebagai anak kedua dari pasangan Mama dan Suminah yang merupakan keluarga sederhana membuat ia yakin bahwa untuk menggapai impian perlu doa, perjuangan dan kerja keras.

“Saya mempunyai harapan bahwa suatu saat saya harus bisa membahagiakan orang tua dengan menjadi kebanggaan mereka. Saya yakin bahwa jika seseorang mau giat belajar, terus mencoba dan pantang menyerah, pasti seseorang itu akan menggapai impian yang mereka cita-citakan,” kata Ine Tri Indriyani, S.Pd. wisudawan terbaik Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia (FPTK UPI) yang mengikuti Wisuda Gelombang III, 14 Desember 2017 di Gedung Gymnasium, Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Itulah sebabnya Ine selalu giat belajar untuk menggapai impian yang ia cita-citakan. Sejak sekolah di sekolah Dasar, ia selalu meraih ranking pertama di kelas. Hal ini diawali dari ketekunan kedua orang tuanya dalam mendidik terutama ibunya. Kebiasaan yang ditanamkan orang tuanya dimaksudkan agar ia selalu giat dalam belajar, mengerjakan setiap pekerjaan rumah saat pulang sekolah dan pantang menyerah jika menghadapi materi dan pekerjaan rumah yang sulit. Pola itu terus dilakukan sehingga menjadi kebiasaan hingga saat ini, yaitu tidak pernah menunda dalam mengerjakan tugas, selalu mencari sumber materi yang relevan dengan tugas jika menemukan tugas yang sulit, dan selalu mengerjakan tugas hingga selesai. Ine selalu mencatat materi pelajaran ketika pembelajaran di kelas, sehingga ia akan membaca kembali apa yang ada dalam catatan agar ilmu yang didapat selalu diingat.

Setelah lulus dari sekolah dasar, Ine melanjutkan sekolah ke SMPN 1 Cibadak. Ine masuk ke dalam kelas unggulan. Prestasi Ine selama SMP naik turun. Ine masuk peringkat 3 besar di kelas, dan bahkan ketika peringkatnya turun Ine hanya masuk dalam 10 besar di kelas. Sehingga sebelum mengikuti  Ujian Nasional, Ine terus belajar dan terus latihan soal yang diberikan guru, hingga akhirnya dinyatakan “Lulus” pada Ujian Nasional dan meraih nilai Ujian Nasional Tertinggi kedua di sekolah, kemudian, ia pun masuk SMA.

Dikarenakan keterbatasan biaya, Ine tidak bisa melanjutkan ke sekolah favorit, ia melanjutkan ke SMA yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. Ine melanjutkan ke SMAN 1 Nagrak. Walaupun Ine tidak sekolah di SMA favorit, namun ia tetap giat belajar, karena ia memang ingin sekolah. Kebanyakan di desa tempat ia tinggal, para orang tua enggan menyekolahkan anaknya sampai SMA. Sebagian besar anak hanya sekolah sampai SMP, bahkan sampai SD. Untuk itu, Ine bertekad untuk tetap melanjutkan sekolah dan membuktikan bahwa ia mampu menggapai impiannya nanti. Ine mengambil program Ilmu Pengetahuan Alam. Ia selalu menjadi juara umum dan dinyatakan sebagai siswa terbaik di program IPA dengan nilai tertinggi.

“Bagi saya, mendapatkan nilai yang bagus tidaklah mudah. Jika kita ingin meraih nilai bagus, tentunya kita harus giat belajar, jangan malas-malasan. Selalu kerjakan pekerjaan rumah di rumah, bukan ketika pagi-pagi di sekolah. Jika sulit kita bertanya kepada teman yang bisa dan mampu, jangan diam saja, atau bisa mencari sumber materi dan bahkan bertanya kepada guru,” ujar Ine.

Setelah lulus SMA, ine bertekad untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, keadaan ekonomi keluarga tidak mendukung. Dengan tekad yang kuat Ine terus mencari informasi beasiswa. Kemudian Ine mengikuti Ujian SNMPTN untuk masuk Perguruan Tinggi dan mengikuti beasiswa bidikmisi.

“Waktu saya lulus SMA, saya bertekad ingin kuliah. Orang tua saya bingung waktu itu, karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak bisa untuk membayar biaya kuliah. Akhirnya saya ikut SNMPTN dan ikut beasiswa bidikmisi. Jika saya lolos SNMPTN dan bidikmisi, saya akan lanjut kuliah. Alhamdulillah saya pun diterima di Universitas Pendidikan Indonesia pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan. Saya masuk kuliah pada tahun 2013 dan mengikuti segenap rangkaian Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum Universitas Pendidikan Indonesia (Mokaku UPI),” ujar Ine.

Bermula dari Mokaku, ia mulai mengenal mahasiswa lainnya. Proses perkuliahan dan bertemu dengan teman-teman memberikan keyakinan kepada Ine bahwa saat itu ia telah menjadi mahasiswa yang harus belajar tekun dengan menerapkan unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, Pengabdian).

Prinsip Ine saat berkuliah adalah mengikuti perkuliahan dengan baik, mengatur schedule untuk kegiatan sehari-hari, dan mengerjakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Prinsip tersebut selalu ia terapkan hingga ia selalu mendapatkan nilai tinggi pada setiap akhir semester perkuliahan.

“Saya selalu berusaha membuat planning dan mengatur schedule, agar waktu belajar, organisasi dan bermain tidak saling mengganggu. Saya bisa mendapat nilai yang tinggi, bisa organisasi dan saya juga bisa bermain berkumpul dengan teman-teman. Saya berusaha untuk selalu giat belajar untuk meraih nilai yang tinggi, karena saya mendapat beasiswa, jadi saya harus berterima kasih dan bersyukur bisa mendapat beasiswa dan kuliah.”

Selain mengikuti pendidikan secara teoritis di kelas, Ine juga mengikuti kegiatan organisasi. Kegiatan yang ia ikuti adalah Koperasi Mahasiswa (KOPMA). Ia menyadari dengan ikut kegiatan tersebut dapat menambah wawasan dan keterampilan terutama di bidang wirausaha.

Jika ditanya soal cita-cita, ia akan menjawab sebagai guru. “Sebagai sarjana pendidikan dan lulusan Universitas Pendidikan Indonesia saya harus mampu melahirkan orang luar biasa melalui kegiatan mendidik. Saya harus mampu mengaplikasikan apa yang telah saya pelajari, saya harus mampu mengembangkan pendidikan ke arah yang lebih baik,” ujar Ine.

Mendapatkan gelar sarjana pendidikan baginya menjadi tanggung jawab untuk mendedikasikan diri sebagai pendidik yang mampu menghasilkan generasi unggul yang mampu bersaing di masa yang akan datang. Gelar yang didapatkan juga berkat doa, dukungan dan kerja keras orang tua dan keluarga. Selain itu berkat dukungan orang terdekat dan para dosen yang selalu membimbing selama proses perkuliahan.

“Saya selalu bersyukur dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, saya mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dan meraih gelar sarjana pendidikan. Tidak banyak yang dapat saya lakukan untuk membalas jasa orang-orang terdekat dan bapak/ibu dosen. Hanya ungkapan syukur dan terima kasih kepada Allah SWT karena telah mempertemukan saya dengan orang-orang luar bisa yang selau membimbing dan mengarahkan saya selama kuliah. Satu kalimat dari saya, Giat Belajar, Pantang Menyerah untuk Menggapai Impian.”